Apriyani/Fadia Mundur dari Korea Masters 2025, Ini Strategi Menuju Olimpiade

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:15 WIB
Apriyani/Fadia Mundur dari Korea Masters 2025, Ini Strategi Menuju Olimpiade

Apriyani/Fadia Mundur dari Korea Masters 2025: Strategi Menuju Olimpiade

Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, secara resmi mengundurkan diri dari Korea Masters 2025. Keputusan mundur ini bukan disebabkan cedera, melainkan bagian dari strategi perencanaan turnamen untuk mengatur ritme permainan.

Target Utama: Kembali ke Level Super 750 dan 1000

Duet Apriyani/Fadia sedang fokus mengumpulkan poin BWF World Tour untuk bisa kembali bersaing di turnamen bergengsi level Super 750 dan Super 1000 pada musim depan. Strategi ini menjadi prioritas utama dalam perjalanan karier mereka.

Momentum Positif Usai Juara Indonesia Masters II 2025

Keputusan mundur ini diambil setelah pasangan ini meraih gelar juara di Indonesia Masters II 2025. Meski hanya turnamen level Super 100, kemenangan ini sangat berarti bagi Apriyani/Fadia yang baru kembali berpasangan sejak September 2025.

Peringkat Dunia Terus Meningkat

Kombinasi Apriyani/Fadia saat ini sudah berhasil menembus peringkat 68 dunia. Dengan perolehan poin yang konsisten, target mereka adalah menembus peringkat elite dunia untuk bisa tampil di turnamen major BWF tahun depan.

Fokus pada Turnamen November yang Lebih Strategis

Meski Korea Masters 2025 berlevel Super 300, Apriyani/Fadia memilih fokus pada turnamen November yang dianggap lebih strategis. Mereka akan tampil di:

  • Syed Modi India International (Super 300)
  • Kumamoto Masters (Super 500)
  • Australia Open 2025 (Super 500)

Target Jangka Panjang: Olimpiade

Fadia mengungkapkan bahwa tujuan akhir dari seluruh program ini adalah menuju Olimpiade. "Target besar, untuk semua pemain pasti Olimpiade. Cuma ya kami step by step aja," ujarnya.

Strategi Pemilihan Turnamen

Pemilihan turnamen dilakukan berdasarkan peluang terbesar untuk menambah poin. "Untuk kami saat ini penting banget ambil poin, apalagi di ganda putri Indonesia sekarang ranking ratusan semua. Jadi kami harus pintar-pintar ambil turnamen yang lebih ada kans," jelas Fadia.

Dengan strategi yang terukur ini, Apriyani/Fadia berharap bisa menjaga performa optimal sekaligus memperkuat posisi di ranking dunia BWF dalam persiapan menuju target besar di tahun depan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar