Peluang Prabowo Subianto Menang Pilpres 2029 Dinilai Sangat Besar
Pengamat politik Adi Prayitno menyatakan bahwa peluang Prabowo Subianto untuk memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres) 2029 sangat besar jika ia memutuskan untuk maju kembali. Analisis ini didasarkan pada posisinya sebagai presiden petahana yang memiliki banyak keunggulan.
Adi Prayitno, yang merupakan Direktur Parameter Politik Indonesia, bahkan menyebut bahwa Prabowo hampir tidak memiliki lawan tanding yang sepadan dalam kontestasi pilpres mendatang.
Prabowo dan Kekuatan Politik Petahana
Menurut Adi, kecenderungan politik di Indonesia menunjukkan bahwa presiden petahana yang kembali mencalonkan diri selalu memiliki keunggulan yang signifikan. Hal ini dikarenakan seorang presiden yang sedang menjabat memiliki akses terhadap seluruh instrumen kekuatan politik yang mendukung.
"Presiden petahana punya segala-galanya: kekuatan politik, struktur, dukungan, jaringan, popularitas, hingga elektabilitas," jelas Adi dalam sebuah kanal YouTube, seperti dikutip pada Minggu, 2 November 2025.
Ia juga menambahkan bahwa pola yang sama pernah terjadi pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Dengan kondisi yang serupa, Adi meyakini Prabowo akan melangkah ke Pilpres 2029 dengan posisi yang sangat kuat.
Siapa Calon Wakil Presiden Pendamping Prabowo?
Meski peluang kemenangan Prabowo dianggap sangat besar, Adi Prayitno menilai bahwa dinamika politik yang justru menarik untuk diikuti adalah mengenai siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden.
"Yang menarik adalah soal siapa kira-kira yang akan menjadi calon wakil presidennya. Nah, ini yang akan terus diperbincangkan publik," pungkas Adi Prayitno.
Pembahasan mengenai calon wakil presiden ini diprediksi akan menjadi topik utama dalam peta politik Indonesia menuju Pilpres 2029.
Artikel Terkait
Harta Zita Anjani Melonjak 1.000 Persen dalam Dua Tahun, Publik Desak Penelusuran KPK
Demokrat Desak PDIP Perjelas Sikap Politik: Oposisi atau Pendukung Pemerintahan Prabowo?
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dinilai Tidak Proporsional, Pengamat: Kenapa Ijazah Jokowi Tak Cukup Dijawab dengan Bukti Autentik?
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru, Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis BGN Rugikan Negara Ratusan Triliun