Perdana Menteri Pakistan dan Wakil Presiden AS Bertemu di Swiss Bahas Perundingan Nuklir Iran

- Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50 WIB
Perdana Menteri Pakistan dan Wakil Presiden AS Bertemu di Swiss Bahas Perundingan Nuklir Iran
PARADAPOS.COM - Pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance terjadi di Burgenstock, Swiss, pada Minggu, 21 Juni 2026. Pertemuan ini digelar di sela-sela perundingan teknis antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mendorong implementasi kesepakatan perdamaian. Lokasi yang sama, Burgenstock, menjadi tuan rumah bagi pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran.

Agenda di Balik Pertemuan

Kantor Perdana Menteri Pakistan mengonfirmasi pertemuan tersebut melalui pernyataan resmi di media sosial X. “Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance di sela-sela perundingan teknis AS-Iran sebagai tindak lanjut Memorandum Islamabad yang berlangsung di Burgenstock, Swiss,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Sharif tiba di Swiss pada hari yang sama, didampingi oleh Panglima Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Sebuah video yang dibagikan oleh pemerintah Pakistan memperlihatkan momen ketika Sharif dan Munir berjabat tangan dengan Vance, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, serta penasihat Presiden AS Jared Kushner. Suasana di lokasi tampak formal namun penuh dengan dinamika diplomasi tingkat tinggi.

Pengakuan atas Peran Pakistan

Sebelum pertemuan bilateral tersebut, JD Vance secara terbuka mengakui kontribusi Pakistan dalam memfasilitasi proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Pakistan telah menjadi mediator utama yang membuahkan Memorandum Islamabad, sebuah kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pekan lalu. Kesepakatan itu membuka jalan bagi periode negosiasi selama 60 hari untuk menyelesaikan berbagai isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara. Di tengah perkembangan ini, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi dilaporkan berada di Teheran dan melakukan pertemuan dengan Presiden Pezeshkian. Kunjungan tersebut tidak diumumkan sebelumnya, menambah lapisan kerahasiaan dalam diplomasi kawasan.

Isu Strategis: Selat Hormuz dan Program Nuklir

Delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah tiba lebih dulu di Swiss untuk mengikuti pembicaraan teknis. Mediator dari Qatar serta sejumlah pejabat senior Swiss juga turut hadir dalam rangkaian pertemuan tersebut. Awalnya, pembicaraan teknis dijadwalkan dimulai pada Jumat, namun harus ditunda akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Salah satu isu paling krusial yang dibahas adalah masa depan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi rute sekitar 20 persen pasokan energi dunia dalam kondisi normal. Memorandum Islamabad sebelumnya berhasil membuka kembali jalur pelayaran di selat tersebut. Namun, Iran menyatakan pada Sabtu bahwa mereka kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. JD Vance menegaskan bahwa jalur pelayaran tersebut masih terbuka untuk aktivitas pengiriman internasional. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Washington dapat memberlakukan tarif atau biaya transit Amerika di Selat Hormuz apabila kesepakatan final dengan Iran gagal dicapai dalam waktu 60 hari. Pertemuan antara Sharif dan Vance berlangsung di tengah berkumpulnya delegasi dari Amerika Serikat, Iran, Pakistan, Qatar, dan Swiss di Burgenstock. Mereka melanjutkan negosiasi yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan permanen terkait program nuklir Iran, pencabutan sanksi, serta stabilitas kawasan Timur Tengah. Atmosfer di lokasi perundingan terasa tegang namun penuh harapan, mengingat bobot isu yang dipertaruhkan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar