Eceng Gondok Disulap Jadi Pengharum Ruangan hingga Biogas, Pertamina Patra Niaga Raup Omzet Rp50 Juta

- Minggu, 21 Juni 2026 | 14:25 WIB
Eceng Gondok Disulap Jadi Pengharum Ruangan hingga Biogas, Pertamina Patra Niaga Raup Omzet Rp50 Juta
PARADAPOS.COM - Masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah berhasil mengubah eceng gondok, yang selama ini dianggap sebagai gulma perairan, menjadi produk bernilai ekonomi dan solusi lingkungan. Melalui program Community Involvement & Development (CID), eceng gondok diolah menjadi pengharum ruangan, pupuk organik, pakan ternak, hingga biogas. Inisiatif ini telah berjalan sejak 2022 dan 2023, dengan omzet penjualan mencapai Rp50 juta hingga tahun 2025 serta menjangkau pasar di Palembang, Banyuasin, dan Lahat.

Dari Gulma Menjadi Pengharum Ruangan Bernilai Jual

Salah satu program unggulan adalah Eceng Gondok Research and Creative Center (ERCC) yang diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju. Program ini berkolaborasi dengan kelompok Anak-Anak Kreatif Untuk Bangsa (Ankubas) di Sumatera Selatan sejak 2023. Di sana, biomassa eceng gondok disulap menjadi produk pengharum ruangan yang diberi nama Ankubas Scents. "Melalui berbagai program pemberdayaan yang kami jalankan, kami berupaya mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi daerah," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 21 Juni 2026. Produk Ankubas Scents hadir dalam enam varian aroma: Lemon, Lavender, Berry, Coffee, Strawberry, dan Vanilla. Pemasaran produk ini dilakukan melalui jaringan usaha lokal, mitra carwash, serta platform digital. Hingga tahun 2025, omzet penjualan telah mencapai Rp50 juta dengan jangkauan pasar di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Lahat. Inovasi ini juga sempat diperkenalkan dalam ajang Indonesia International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (Invirotech) pada 11-13 Juni 2026 lalu sebagai contoh pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan.

Ecobiz Cengklik: Solusi Pertanian Berkelanjutan di Boyolali

Beralih ke Jawa Tengah, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Sumarmo menjalankan program Ecobiz Cengklik sejak 2022 di Desa Sobokerto, Boyolali. Program ini mengolah eceng gondok menjadi pupuk organik, pakan ternak, pakan ikan, dan biogas. Tidak hanya itu, inovasi ini juga mendukung pertanian berkelanjutan melalui pembangunan sumur submersible tenaga surya untuk irigasi serta inovasi Bak Pencuci Sayur Higienis (Bersih). Hingga saat ini, Ecobiz Cengklik telah memberikan manfaat kepada 88 penerima manfaat langsung, membentuk satu kelompok tani baru, serta berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan waduk. Keberhasilan program ini juga didukung oleh lahirnya berbagai local hero yang menjadi penggerak perubahan di tingkat masyarakat. Salah satunya adalah Khoirul Huda. "Petani adalah 'Penyangga Tatanan Negara Indonesia', kami berperan menjaga ketahanan pangan namun masih seringkali tersisihkan dan memiliki kehidupan tak layak. Saat ini juga semakin berkurang yang memilih jadi petani. Saya bersama teman-teman ingin bahwa petani bisa sejahtera dan menjadi petani adalah pilihan," ujar Khoirul. Menurut Roberth, keberhasilan ERCC dan Ecobiz Cengklik selaras dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Kedua program tersebut menunjukkan bagaimana inovasi sosial berbasis pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan. "Program-program ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan dapat berjalan beriringan. Inilah wujud komitmen Pertamina Patra Niaga untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak yang berkelanjutan," tutup Roberth.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar