PARADAPOS.COM - Puluhan warga di Suriah Selatan menggelar aksi di depan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari-hari terakhir ini. Mereka menuntut kejelasan nasib kerabat yang disebut ditahan pasukan Israel dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Aksi ini menjadi sorotan karena menyoroti ketegangan yang masih membara di wilayah perbatasan yang rawan konflik.
Aksi di Depan Markas UNDOF
Protes berlangsung di depan markas pasukan pengamat PBB atau UNDOF yang terletak di kawasan Naba' al-Fawwar dan Kegubernuran Quneitra, Suriah. Para peserta aksi tampak membawa foto kerabat mereka serta spanduk yang menuntut informasi mengenai tempat penahanan dan kondisi para tahanan. Suasana di lokasi terlihat haru, dengan beberapa ibu dan anak kecil ikut serta dalam unjuk rasa tersebut.
Tuntutan Keluarga yang Belum Terjawab
Keluarga para tahanan menyatakan hingga saat ini mereka belum mendapatkan informasi resmi mengenai nasib kerabat yang ditangkap. Salah satu peserta aksi menyebutkan sedikitnya 47 orang masih belum diketahui keberadaannya setelah ditahan pasukan Zionis Israel. "Kami hanya ingin tahu di mana mereka dan bagaimana keadaan mereka. Tidak ada satu pun pejabat yang memberi kami jawaban," ujarnya dengan nada frustrasi.
Peningkatan Aktivitas Militer Israel
Menurut berbagai laporan, pasukan Israel selama setahun terakhir meningkatkan aktivitas militer di sejumlah wilayah Quneitra. Langkah-langkah tersebut termasuk mendirikan pos pemeriksaan baru dan melakukan operasi keamanan secara rutin. Namun hingga laporan ini disusun, militer Israel belum memberikan tanggapan apa pun atas penahanan tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat yang merasa tertekan oleh ketidakpastian.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Padam, Satu Pekerja Dievakuasi Selamat dari Lantai 15
Suzuki Resmi Luncurkan Tiga Varian Baru XL7 di GIIAS 2026, Tekankan Kenyamanan Berkendara Keluarga
Kuasa Hukum Febrie Sorot Cacat Administrasi Sprindik Gabungan Korupsi dan TPPU yang Akan Diuji ke Praperadilan
Kemdiktisaintek Buka Magang Batch III 2026, Tawarkan Tujuh Formasi di Bidang Humas