Warga Suriah Selatan Protes ke PBB, Tuntut Nasib 47 Kerabat yang Diduga Ditahan Israel

- Minggu, 21 Juni 2026 | 10:50 WIB
Warga Suriah Selatan Protes ke PBB, Tuntut Nasib 47 Kerabat yang Diduga Ditahan Israel
PARADAPOS.COM - Puluhan warga di Suriah Selatan menggelar aksi di depan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari-hari terakhir ini. Mereka menuntut kejelasan nasib kerabat yang disebut ditahan pasukan Israel dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Aksi ini menjadi sorotan karena menyoroti ketegangan yang masih membara di wilayah perbatasan yang rawan konflik.

Aksi di Depan Markas UNDOF

Protes berlangsung di depan markas pasukan pengamat PBB atau UNDOF yang terletak di kawasan Naba' al-Fawwar dan Kegubernuran Quneitra, Suriah. Para peserta aksi tampak membawa foto kerabat mereka serta spanduk yang menuntut informasi mengenai tempat penahanan dan kondisi para tahanan. Suasana di lokasi terlihat haru, dengan beberapa ibu dan anak kecil ikut serta dalam unjuk rasa tersebut.

Tuntutan Keluarga yang Belum Terjawab

Keluarga para tahanan menyatakan hingga saat ini mereka belum mendapatkan informasi resmi mengenai nasib kerabat yang ditangkap. Salah satu peserta aksi menyebutkan sedikitnya 47 orang masih belum diketahui keberadaannya setelah ditahan pasukan Zionis Israel. "Kami hanya ingin tahu di mana mereka dan bagaimana keadaan mereka. Tidak ada satu pun pejabat yang memberi kami jawaban," ujarnya dengan nada frustrasi.

Peningkatan Aktivitas Militer Israel

Menurut berbagai laporan, pasukan Israel selama setahun terakhir meningkatkan aktivitas militer di sejumlah wilayah Quneitra. Langkah-langkah tersebut termasuk mendirikan pos pemeriksaan baru dan melakukan operasi keamanan secara rutin. Namun hingga laporan ini disusun, militer Israel belum memberikan tanggapan apa pun atas penahanan tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat yang merasa tertekan oleh ketidakpastian.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar