PARADAPOS.COM - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mendukung pembangunan fasilitas umum pascagempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Dukungan tersebut mencakup penyediaan hunian sementara (huntara) dan perbaikan jembatan yang rusak akibat bencana. Pemerintah daerah diminta segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika membutuhkan bantuan, sementara masa tanggap darurat masih berlangsung hingga 30 Juni 2026.
Kesiapan Huntara dan Koordinasi dengan BNPB
Dalam kunjungannya ke Sigi, Dody menegaskan bahwa pembangunan huntara akan dilakukan berdasarkan arahan dari BNPB. Ia mempersilakan pemerintah daerah untuk berkomunikasi dengan lembaga tersebut jika merasa perlu ada hunian sementara bagi warga terdampak.
“Tentunya jika pemerintah daerah merasa perlu dibangun huntara, maka silakan berkomunikasi dengan BNPB untuk selanjutnya diserahkan kepada kami,” ujarnya di Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurut Dody, Kementerian PU selama ini selalu membangun huntara sesuai instruksi BNPB. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari pemerintah daerah maupun BNPB mengenai kebutuhan huntara di lokasi bencana.
“Kementerian Pekerjaan Umum selalu membangun huntara berdasarkan arahan BNPB, jika diperlukan kami akan masuk melakukan pembangunan huntara tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa biasanya BNPB yang terlebih dahulu membangun huntara. Jika lembaga tersebut membutuhkan dukungan tambahan, barulah Kementerian PU turun tangan.
“Biasanya BNPB terlebih dahulu membangun huntara itu, jika mereka butuh dukungan maka kita akan support untuk pembangunan huntara tersebut,” ungkap Dody.
Pemerintah daerah sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 17 hingga 30 Juni 2026. Dalam masa ini, seluruh kewenangan penanggulangan bencana, termasuk pembangunan huntara, berada di tangan BNPB.
“Ini kan masih dalam tanggap darurat sehingga semua kewenangan berada di BNPB termasuk pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana gempa bumi,” tuturnya.
Pemeriksaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Selain huntara, Dody juga memerintahkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah untuk melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap kondisi jalan dan jembatan di Kabupaten Sigi. Hal ini dilakukan meskipun secara kasatmata tidak terlihat kerusakan berat.
“Tadi saya berdiri di Jembatan Posu Nokilalaki dan ketika ada kendaraan melintas terasa ada getaran. Hal seperti ini harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa infrastruktur yang mereka gunakan setiap hari benar-benar aman,” katanya.
Ia menekankan bahwa keandalan infrastruktur tidak hanya soal aspek teknis, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat. Kerusakan kecil seperti jalan retak atau jembatan yang terasa goyang bisa menimbulkan kekhawatiran yang serius.
“Jalan yang retak, jembatan yang terasa goyang, atau layanan dasar yang terganggu mungkin terlihat kecil, tetapi bagi masyarakat itu sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan rasa aman mereka. Karena itu saya meminta jajaran Kementerian PU tidak hanya melihat kerusakan yang terlihat, tetapi juga potensi risiko yang dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat,” tutur Dody.
Perhatian pada Layanan Air Bersih
Menteri PU juga menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk melakukan survei lebih lanjut di kawasan hulu. Langkah ini bertujuan mengetahui kondisi aktual dan kemungkinan penanganan berupa pengendalian aliran air jika diperlukan.
“Tentunya Kementerian PU juga menaruh perhatian pada layanan air bersih bagi masyarakat pascabencana gempa. Kementerian PU memastikan Intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora, Kecamatan Nokilalaki yang menjadi sumber layanan air minum bagi masyarakat sekitar tetap beroperasi dan siap melayani selama masa pemulihan pascabencana,” ucap Dody.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah pusat berupaya memastikan bahwa infrastruktur dasar tetap berfungsi dan masyarakat merasa aman selama masa pemulihan pascagempa di Sigi.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan yang Wajib Disembuhkan, Desak Pemerintah Sediakan Rehabilitasi
BNPB Tambah Satu Helikopter Water Bombing di Riau, Total Armada Udara Jadi Enam Unit
229 Jemaah Haji Kloter 17 Kualanamu Tiba di Medan, Jadi Gelombang Terakhir Kepulangan Asal Sumut
Persebaya Resmi Rekrut Bek Serbabisa Syahrul Lasinari untuk Perkuat Lini Pertahanan Musim Depan