Kontroversi bermula ketika seorang peserta rapat menyarankan agar Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk memenuhi kebutuhan ahli gizi di setiap SPPG. Peserta tersebut mengingatkan pentingnya latar belakang pendidikan gizi untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan.
Cucun menanggapi dengan memotong pembicaraan dan menyebut peserta sebagai "anak muda arogan". Dia menegaskan bahwa pembuat kebijakan adalah dirinya sebagai Wakil Ketua DPR.
"Saya nggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara undang-undang. Pembuat kebijakan itu saya," ujarnya.
Cucun berencana mengubah diksi "ahli gizi" menjadi "tenaga yang menangani gizi" dan menyatakan program MBG tidak perlu merekrut ahli gizi. Sebagai gantinya, dia mengusulkan pelatihan tiga bulan bagi lulusan SMA dengan sertifikat dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Respons Publik dan Banjir Komentar di Media Sosial
Pernyataan Cucun memicu reaksi keras warganet. Akun Instagram pribadinya dibanjiri komentar pedas dan kritik. Beberapa komentar menyoroti sikapnya yang dianggap arogan dan meremehkan profesi ahli gizi.
Netizen menulis: "Saya yang buat undang-undang, saya yang buat aturan. Wkwkwkkw arogan sekali dpr ini" dan "RIP AHLI GIZI". Komentar lain meminta Persagi dan partai politik untuk menanggapi pernyataan kontroversial ini.
Hingga berita ini ditulis, Cucun belum memberikan respons resmi terkait kontroversi tersebut.
Artikel Terkait
Pilkada Campuran: Potensi Tekan Biaya Politik vs Risiko Oligarki Menurut Prof. Didik J. Rachbini
Menteri Keuangan Purbaya Tak Bisa Tidur: APBN 2025 Diprediksi Defisit 2,7-2,8%
Iwakum Kecam Teror pada Konten Kreator & Aktivis: Bentuk Pembungkaman Kritik yang Mengancam Demokrasi
Mahfud MD: Masyarakat Rindu Polisi Rakyat, Formulasi Reformasi Polri Ditarget Rampung Akhir Januari