Presiden Prabowo Tegaskan Peran Pejabat di Lokasi Bencana: Catat Kebutuhan, Percepat Bantuan
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). Dalam rapat tersebut, ia menyoroti sikap dan peran menteri atau pejabat pemerintah yang sering dipandang negatif saat datang ke lokasi terdampak.
"Jadi saya pernah dengar ada kritik, untuk apa menteri datang ke tempat bencana, hanya datang melihat. Serba susah, menteri datang dibilang enggak peduli, menteri datang.., masa menteri ikut macul, bukan itu," kata Prabowo dalam rapat yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Tugas Utama Pejabat di Lokasi Bencana
Prabowo menegaskan bahwa tugas utama pejabat yang datang ke lokasi bencana adalah melakukan pencatatan menyeluruh terhadap semua kebutuhan mendesak korban. Dengan demikian, penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
"Pejabat datang, pemimpin datang, melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa dibantu, apa yang bisa dipercepat," ungkap Presiden.
Contoh Koordinasi Langsung dengan Pimpinan Daerah
Ia juga memberikan contoh koordinasi langsung yang ia lakukan dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Melalui diskusi tersebut, semua kekurangan dan kebutuhan di lapangan dapat disampaikan dan ditindaklanjuti.
"Saya datang ke gubernur, 'Pak saya butuh ini, butuh ini', kan begitu ceritanya. Tapi mudah-mudahan saya percaya dengan bukti. Jadi saya sampaikan ke saudara, para pimpinan, para menteri, kepala, badan, gubernur semua," beber Prabowo.
Pesan untuk Para Pemimpin: Siap Dikritik dan Tetap Fokus
Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan pesan penting tentang ketangguhan mental seorang pemimpin. Ia menekankan bahwa bagian dari kewajiban pemimpin adalah siap menerima kritik dan hujatan tanpa terpengaruh atau patah semangat.
"Salah satu kewajiban pemimpin adalah siap untuk dihujat, difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat. Semua kita terima sebagai koreksi," tutup Prabowo.
Artikel Terkait
AKBP Didik Tersangka Narkoba, Koper Berisi Sabu dan Ekstasi Ditemukan di Rumah Polwan Bawahan
Kasus Ijazah Jokowi Berlarut, Dinamika Hukum dan Dukungan Publik Terus Menguat
Eggi Sudjana Ungkap Pertemuan Tertutup dengan Jokowi yang Berujung SP3
Tokoh Gerakan Rekat Indonesia, Eka Gumilar, Meninggal Dunia di Bogor