Presiden Prabowo: Tugas Pejabat di Lokasi Bencana Bukan Hanya Lihat, Tapi Catat & Percepat Bantuan

- Kamis, 01 Januari 2026 | 11:25 WIB
Presiden Prabowo: Tugas Pejabat di Lokasi Bencana Bukan Hanya Lihat, Tapi Catat & Percepat Bantuan
Presiden Prabowo Soroti Peran Pejabat di Lokasi Bencana | Paradapos.com

Presiden Prabowo Tegaskan Peran Pejabat di Lokasi Bencana: Catat Kebutuhan, Percepat Bantuan

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). Dalam rapat tersebut, ia menyoroti sikap dan peran menteri atau pejabat pemerintah yang sering dipandang negatif saat datang ke lokasi terdampak.

"Jadi saya pernah dengar ada kritik, untuk apa menteri datang ke tempat bencana, hanya datang melihat. Serba susah, menteri datang dibilang enggak peduli, menteri datang.., masa menteri ikut macul, bukan itu," kata Prabowo dalam rapat yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Tugas Utama Pejabat di Lokasi Bencana

Prabowo menegaskan bahwa tugas utama pejabat yang datang ke lokasi bencana adalah melakukan pencatatan menyeluruh terhadap semua kebutuhan mendesak korban. Dengan demikian, penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

"Pejabat datang, pemimpin datang, melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa dibantu, apa yang bisa dipercepat," ungkap Presiden.

Contoh Koordinasi Langsung dengan Pimpinan Daerah

Ia juga memberikan contoh koordinasi langsung yang ia lakukan dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Melalui diskusi tersebut, semua kekurangan dan kebutuhan di lapangan dapat disampaikan dan ditindaklanjuti.

"Saya datang ke gubernur, 'Pak saya butuh ini, butuh ini', kan begitu ceritanya. Tapi mudah-mudahan saya percaya dengan bukti. Jadi saya sampaikan ke saudara, para pimpinan, para menteri, kepala, badan, gubernur semua," beber Prabowo.

Pesan untuk Para Pemimpin: Siap Dikritik dan Tetap Fokus

Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo menyampaikan pesan penting tentang ketangguhan mental seorang pemimpin. Ia menekankan bahwa bagian dari kewajiban pemimpin adalah siap menerima kritik dan hujatan tanpa terpengaruh atau patah semangat.

"Salah satu kewajiban pemimpin adalah siap untuk dihujat, difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat. Semua kita terima sebagai koreksi," tutup Prabowo.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar