LHKPN 2025: Kekayaan Bersih Gibran Rp27,9 Miliar, Didominasi Properti

- Rabu, 01 April 2026 | 11:50 WIB
LHKPN 2025: Kekayaan Bersih Gibran Rp27,9 Miliar, Didominasi Properti

PARADAPOS.COM - Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2025 menunjukkan total kekayaan bersihnya mencapai Rp27,9 miliar. Angka tersebut hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 1,44 persen atau sekitar Rp395 juta dibandingkan periode sebelumnya. Data yang tercatat dalam sistem KPK per 1 April 2026 ini mengungkap bahwa mayoritas aset Gibran masih terkonsentrasi pada properti, sementara peningkatan nilai bersihnya terutama berasal dari kenaikan kas dan setara kas.

Komposisi Kekayaan: Properti Tetap Dominan

Analisis terhadap dokumen LHKPN mengonfirmasi bahwa tanah dan bangunan masih menjadi pilar utama kekayaan Wakil Presiden. Nilai aset properti ini tercatat stagnan di angka Rp17,44 miliar, tanpa perubahan dari tahun lalu. Portofolio properti tersebut terdiri dari tujuh bidang yang terletak di Kota Surakarta dan Kabupaten Sragen.

Aset dengan nilai tertinggi adalah sebuah rumah beserta tanah seluas 500/300 meter persegi di Surakarta yang dihargai Rp6 miliar. Selain itu, Gibran juga memiliki dua bidang tanah dan bangunan di Sragen dengan nilai masing-masing Rp2,6 miliar, serta sejumlah properti lain di Surakarta dengan variasi nilai antara Rp700 juta hingga Rp2,248 miliar. Stabilitas nilai aset-aset ini menunjukkan tidak ada transaksi jual-beli atau penilaian ulang yang signifikan dalam setahun terakhir.

Aset Kendaraan dan Investasi: Stagnan hingga Menyusut

Berbeda dengan properti yang nilainya tetap, aset di kategori lain justru menunjukkan dinamika berbeda. Nilai alat transportasi dan mesin yang dimiliki Gibran mengalami penurunan menjadi Rp286,5 juta, turun dari Rp312 juta pada periode 2024. Penurunan ini, sebagaimana lazim terjadi dalam pelaporan LHKPN, disebabkan oleh faktor penyusutan nilai kendaraan.

Koleksi kendaraannya mencakup tiga unit sepeda motor—Honda Scoopy (2015), Honda CB-125 (1974), dan Royal Enfield (2017)—serta empat mobil berupa dua Toyota Avanza, satu Isuzu Panther, dan satu Daihatsu Grand Max. Sementara itu, instrumen investasi berupa surat berharga dan harta bergerak lainnya juga tidak menunjukkan perubahan, tetap pada angka Rp5,552 miliar dan Rp280 juta.

Sumber Pertumbuhan: Peningkatan Likuiditas

Lantas, dari mana asal kenaikan total kekayaan sebesar Rp395 juta tersebut? Jawabannya terletak pada pos kas dan setara kas. Nilai pada pos ini melonjak menjadi Rp4.357.154.176, meningkat lebih dari Rp421 juta dari catatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.935.975.620.

Kenaikan likuiditas inilah yang menjadi pendorong utama pertumbuhan kekayaan bersih Gibran dalam laporan kali ini. Sebuah titik penting yang juga tercantum dalam dokumen adalah tidak adanya catatan utang sama sekali.

Hal ini ditegaskan dalam laporan resmi tersebut, "Tidak terdapat catatan utang, sehingga seluruh kekayaan yang dilaporkan merupakan nilai bersih."

Secara keseluruhan, LHKPN periode 2025 ini menggambarkan pola pengelolaan kekayaan yang stabil dan konservatif. Tidak ada ekspansi besar-besaran pada aset produktif, namun di sisi lain juga tidak ditemukan adanya liabilitas, yang mencerminkan kondisi keuangan yang solid.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar