Menkeu Purbaya Klarifikasi Pernyataan Prabowo soal Dolar di Desa: Bukan Meremehkan Rupiah

- Selasa, 19 Mei 2026 | 15:00 WIB
Menkeu Purbaya Klarifikasi Pernyataan Prabowo soal Dolar di Desa: Bukan Meremehkan Rupiah
PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut rakyat di desa tidak menggunakan dolar. Dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (18/5/2026), Purbaya menegaskan bahwa ucapan tersebut harus dipahami dalam konteks lokasi dan situasi saat Presiden berbicara. Ia meminta publik tidak salah mengartikan pernyataan itu sebagai bentuk ketidakpahaman Prabowo terhadap kondisi mata uang nasional.

Konteks di Balik Ucapan Presiden

Menurut Purbaya, pernyataan Prabowo disampaikan di tengah masyarakat pedesaan. Ia menekankan bahwa maksud Presiden bukanlah meremehkan rupiah, melainkan menyesuaikan pesan dengan audiens yang dihadapi. "Saya jelasin dulu konteksnya begini. Itu kan bicara di pedesaan, itu konteksnya di situ untuk orang sana. Bukan berarti Pak Presiden nggak ngerti rupiah, dia kan jago, beneran. Jadi konteksnya seperti itu," ujar Purbaya. Pernyataan ini disampaikan Purbaya usai bertemu langsung dengan Presiden Prabowo di Istana Negara. Ia mengaku mendapat penjelasan langsung dari kepala negara mengenai maksud dari ucapan yang sempat ramai diperbincangkan.

Menjaga Psikologis Masyarakat

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pernyataan Prabowo sejatinya bertujuan untuk menjaga stabilitas psikologis masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, Presiden ingin mencegah kepanikan yang tidak perlu. Ia menambahkan, pesan yang disampaikan di pedesaan memang sengaja dirancang agar mudah dicerna oleh warga setempat. Hal ini, menurutnya, justru menunjukkan kepekaan Presiden terhadap kondisi lapangan. Purbaya pun meminta agar publik tidak membesar-besarkan ucapan tersebut hingga memicu polemik yang tidak perlu di media sosial. Menurutnya, interpretasi yang keliru hanya akan mengaburkan maksud baik dari pernyataan Presiden.

Bantahan soal Ekonomi yang Berantakan

Di sisi lain, Purbaya juga membantah anggapan bahwa ekonomi tanah air sedang berantakan akibat tekanan nilai tukar rupiah. Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional masih dalam kondisi terkendali. Meski rupiah sempat tertekan, Purbaya menilai hal itu merupakan bagian dari siklus global yang juga dialami banyak negara. Pemerintah, katanya, terus memantau perkembangan dan siap mengambil langkah antisipatif jika diperlukan. Suasana di Istana Negara sore itu tampak tenang. Beberapa menteri terlihat lalu lalang usai pertemuan. Purbaya, yang keluar dengan raut wajah serius namun tetap ramah, sempat menyempatkan diri memberikan penjelasan singkat kepada awak media yang sudah menunggu sejak siang.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar