PARADAPOS.COM - Polemik baru kembali menyeruak di ruang publik setelah peneliti media politik, Buni Yani, melontarkan kritik tajam terhadap rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan kembali melakukan perjalanan keliling Indonesia. Pernyataan itu muncul sebagai respons atas kabar bahwa Jokowi telah menyatakan kondisi kesehatannya pulih hingga 99 persen. Dalam unggahannya di media sosial, Buni Yani menantang Jokowi untuk membawa serta ijazah asli dan menunjukkannya kepada setiap orang yang ditemui selama perjalanan keliling nusantara. Pernyataan ini sontak memicu gelombang reaksi dari warganet yang ramai memberikan komentar di kolom unggahan tersebut.
Komentar Pedas Buni Yani dan Respons Warganet
Buni Yani, yang dikenal sebagai pengamat politik dan media, tidak main-main dalam menyampaikan kritiknya. Melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu, 20 Mei 2026, ia menulis dengan nada sinis: "Jokowi boleh keliling Indonesia. Satu syaratnya: dia harus bawa ijazahnya dan tunjukkan ke semua orang yang dia temui."
Unggahan itu langsung menjadi perbincangan hangat. Warganet pun berbondong-bondong meninggalkan komentar, sebagian besar merespons bahwa permintaan tersebut mustahil untuk dipenuhi oleh Jokowi. Suasana di kolom komentar terasa riuh, campuran antara nada bercanda dan kritik yang tajam.
"Boleh ketawa kan Pak Buni Yani? Ngebayangin lucu juga kali ya Pak," tulis seorang warganet dengan nama akun Putra Bungsu Ma Encu, mencoba meredakan ketegangan dengan humor.
Sementara itu, komentar lain datang dari Risman Tris yang lebih lugas. "Saran yang sangat betul dan satu lagi wajib datang ke pengadilan jangan alasan sakit terus. Bilang saja kalau pengecut jangan banyak alasan," sambungnya, menunjukkan kekecewaan yang mendalam terhadap sikap sang mantan presiden.
Pernyataan Resmi dari Sekjen Projo
Kontroversi ini bermula dari pernyataan Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik. Dalam keterangannya pada Rabu, 13 Mei 2026, Freddy mengungkapkan bahwa Jokowi telah menyampaikan langsung kondisi kesehatannya yang sudah pulih 99 persen. Lebih dari itu, ia juga membocorkan rencana Jokowi untuk kembali melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia.
"Pak Jokowi mengatakan bahwa kondisi kesehatannya sudah pulih 99 persen dan rencananya bulan depan, bulan Juni, beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat," ujar Freddy kepada awak media.
Freddy menambahkan, ada kemungkinan besar Jokowi akan memulai rangkaian kunjungannya dari Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2026. Namun, ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk keberangkatan tersebut. Rencana yang awalnya tampak sebagai agenda silaturahmi biasa ini, kini berubah menjadi perdebatan publik yang panas.
Artikel Terkait
Analis Peringatkan Pemerintah soal Ancaman Sistematis yang Bisa Ganggu Stabilitas Politik
Menkeu Purbaya Klarifikasi Pernyataan Prabowo soal Dolar di Desa: Bukan Meremehkan Rupiah
Jokowi Rencanakan Safari Politik ke NTT Usai Pulih dari Gangguan Kesehatan
Prabowo: Ketahanan Pangan Soal Hidup Mati Bangsa, Saya Siap Bertanggung Jawab Jika Rakyat Lapar