Fahri Hamzah Peringatkan Bahaya Gerakan Inkonstitusional Usai Video Saiful Mujani Viral

- Selasa, 07 April 2026 | 04:00 WIB
Fahri Hamzah Peringatkan Bahaya Gerakan Inkonstitusional Usai Video Saiful Mujani Viral

PARADAPOS.COM - Reaksi keras muncul dari Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menanggapi potongan video ceramah pendiri SMRC, Saiful Mujani, yang membahas upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Video yang viral di media sosial itu memicu perdebatan sengit mengenai batas-batas kritik dan stabilitas nasional di tengah iklim politik yang tegang. Fahri menegaskan bahwa seruan di luar koridor konstitusi berpotensi memecah belah dan mengancam demokrasi.

Peringatan Keras dari Fahri Hamzah

Mantan aktivis 98 itu dengan tegas menolak segala bentuk gerakan inkonstitusional. Di depan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026), Fahri menyuarakan keprihatinannya akan pentingnya persatuan nasional dalam situasi global yang dinilai tidak menentu.

“Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam lah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu,” tegasnya.

Fahri mengingatkan semua pihak untuk tetap berpegang pada jalur demokrasi konstitusional yang telah dibangun dengan susah payah. Menurutnya, memberikan ruang bagi tindakan di luar hukum merupakan ancaman serius bagi tatanan yang ada.

“Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya,” ujarnya.

Ia melanjutkan dengan nada waspada, menekankan pentingnya mencegah kekacauan sejak dini. Pengalaman panjang membangun demokrasi, ungkapnya, tidak boleh dikhianati dengan membiarkan instabilitas muncul kembali.

“Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apalagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot,” tuturnya.

Asal Muasal Kontroversi

Gelombang kontroversi ini berawal dari unggahan sebuah akun Instagram yang menyebarkan potongan ceramah Saiful Mujani. Dalam cuplikan video itu, akademisi tersebut terlihat menyampaikan pandangannya bahwa prosedur formal seperti pemakzulan dinilai tidak efektif dalam konteks politik saat ini.

“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful dalam video tersebut.

Ia kemudian memberikan argumen yang memicu banyak tafsir, menyebut langkah menjatuhkan presiden sebagai opsi terakhir untuk penyelamatan negara.

“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.

Klaim Potongan Video dan Pembelaan dari SMRC

Tudingan makar yang mengemuka langsung dibantah oleh pihak SMRC. Saidiman Ahmad, Peneliti dan Manajer di lembaga survei tersebut, angkat bicara untuk meluruskan narasi yang berkembang. Ia menyatakan bahwa video yang viral adalah potongan yang tidak utuh dan disebarkan dengan maksud tertentu.

“Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” kata Saidiman kepada Inilah.com, Sabtu (4/4/2026).

Pernyataan ini menegaskan adanya kesenjangan antara konteks lengkap pernyataan dengan narasi yang beredar di publik, sebuah dinamika yang kerap memanaskan diskusi politik di ruang digital.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar