Zaskia Adya Mecca Dirikan Posko Logistik Gratis untuk Mahasiswa yang Berdemo di Bundaran HI

- Jumat, 12 Juni 2026 | 07:50 WIB
Zaskia Adya Mecca Dirikan Posko Logistik Gratis untuk Mahasiswa yang Berdemo di Bundaran HI

PARADAPOS.COM - Aktris Zaskia Adya Mecca turun langsung ke Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026, untuk mendirikan posko logistik gratis bagi mahasiswa yang berunjuk rasa. Ibu dari lima anak ini mengaku tergerak karena kegelisahan terhadap kondisi sosial-politik dan ekonomi bangsa yang dinilainya sudah tidak sehat. Langkah spontan ini menjadikannya salah satu figur publik yang hadir di tengah aksi demonstrasi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia.

Di lokasi, tepat di depan Grand Hyatt Jakarta, tenda posko berdiri sederhana namun penuh dengan kotak-kotak bantuan. Roti, air mineral, dan aneka makanan ringan berjejer rapi, siap dibagikan kepada para demonstran yang mulai berdatangan sejak pagi. Suasana di sekitar Bundaran HI masih terbilang lengang hingga pukul 14.10 WIB, namun gelombang massa diperkirakan akan terus bertambah menjelang sore.

Kegelisahan yang Menggerakkan Langkah

Zaskia menjelaskan bahwa keputusannya untuk turun ke jalan bukanlah sekadar pencitraan, melainkan panggilan hati yang sudah lama ia pendam. Ia merasa bahwa situasi negeri saat ini sudah berada di titik yang memprihatinkan, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun politik.

"Ini karena kegelisahan ya. Kalau buat aku, melihat segala sesuatu yang enggak sreg sama hati dan rasanya kok salah gitu," ujarnya di sela-sela kesibukannya mengatur logistik.

Menurutnya, diam bukan lagi pilihan yang bisa dipertahankan. Ia menekankan bahwa jika semua orang memilih untuk bungkam, maka tidak akan ada yang berani bersuara untuk memperbaiki keadaan.

"Rasanya kok kalau diam saja, kalau semua orang milih diam, siapa yang akan berbicara dan mencoba menyelamatkan dan membenarkan ini," cetusnya dengan nada tegas.

Dukungan yang Mengalir Tanpa Henti

Yang menarik dari posko ini adalah aliran bantuan yang datang secara spontan dari masyarakat. Zaskia mengaku kewalahan namun bersyukur karena setiap saat ada kiriman makanan dan minuman yang datang tanpa diketahui siapa pengirimnya. Ia menyebut bahwa solidaritas semacam ini membuktikan bahwa kepedulian publik masih hidup.

"Banyak banget (porsinya). Dari tadi pas kita buka posko di sini, Alhamdulillah setiap saat ada kiriman makanan dan minuman yang kita enggak tahu dari siapa. Ini akan terus datang. Intinya kita siap men-support adik-adik mahasiswa," jelasnya.

Di sekitar posko, para relawan juga memasang spanduk-spanduk bernada satir yang langsung menyita perhatian. Beberapa di antaranya bertuliskan "Snack Gratis dari rakyat untuk rakyat" dan "BENERAN GRATIS GAK PAKE UANG PAJAKMU". Tulisan ini seolah menjadi sindiran halus terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai membebani rakyat.

Lima Tuntutan Mahasiswa UI

Aksi demonstrasi kali ini dimotori oleh BEM seluruh fakultas Universitas Indonesia. Mereka membawa lima tuntutan yang dinilai krusial dan mendesak. Pertama, menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Ketiga, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, menghentikan militerisme di ranah sipil. Kelima, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kegagalan pemerintahannya.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menegaskan bahwa tuntutan ini bukanlah sekadar wacana politik di atas kertas. Ia menyebut bahwa rapor merah yang mereka bawa lahir dari jeritan hati masyarakat bawah yang terhimpit ekonomi.

"Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Yatalathof dengan nada sinis.

Hingga berita ini diturunkan, massa mahasiswa masih terus berdatangan ke kawasan Bundaran HI. Posko logistik Zaskia Adya Mecca pun tetap beroperasi, menjadi salah satu titik yang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap nasib bangsa bisa datang dari siapa saja, termasuk dari dunia hiburan.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar