Polda Metro Bantah Sengaja Matikan CCTV di Bundaran HI Saat Demo Mahasiswa

- Jumat, 12 Juni 2026 | 11:50 WIB
Polda Metro Bantah Sengaja Matikan CCTV di Bundaran HI Saat Demo Mahasiswa
PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya akhirnya angkat bicara mengenai isu yang beredar di tengah masyarakat, Jumat, 12 Juni 2026, soal dugaan sengaja dimatikannya jaringan kamera pengawas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat. Isu ini mencuat saat ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan tersebut. Tudingan yang berkembang di media sosial menyebut aparat sengaja mengganggu sistem pengawasan visual dan komunikasi, namun pihak kepolisian dengan tegas membantahnya.

Gangguan CCTV Terpantau Sejak Siang Hari

Sejak siang, sejumlah warganet mengeluhkan layanan streaming CCTV publik yang biasanya bisa diakses secara real-time tiba-tiba tidak menampilkan gambar. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik yang dilaporkan mengalami gangguan atau blank meliputi kamera di Bundaran HI sisi Barat depan Grand Hyatt, sisi Timur depan Hotel Indonesia Kempinski, serta kamera di Jalan MH Thamrin depan Gedung UOB dan Menara Astra. Tak hanya itu, kamera di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran HI juga ikut mati. Situasi ini sontak memicu spekulasi liar di dunia maya. Banyak yang menduga ada upaya sistematis untuk menghilangkan jejak visual selama aksi berlangsung.

Polisi Bantah Gunakan Alat Pengacak Sinyal

Menanggapi desas-desus tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tidak ada penggunaan alat pengacak sinyal atau jamming oleh aparat di lokasi demo. "Jamming dinyatakan tidak ada. Karena memang kepadatan anggota dan seluruh masyarakat (di lokasi aksi), rata-rata sinyal kita susah," tegas Budi Hermanto saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Jumat sore. Perwira menengah yang akrab disapa Buher ini menjelaskan bahwa tumbangnya jaringan komunikasi dan sulitnya akses internet di sekitar lokasi murni disebabkan oleh overload kapasitas jaringan seluler. Ribuan orang yang berkumpul di satu titik secara bersamaan membuat sinyal menjadi tidak stabil.

Investigasi Teknis Segera Dilakukan

Meski membantah adanya unsur kesengajaan, Polda Metro Jaya tidak tinggal diam. Menyikapi banyaknya titik kamera pengawas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak berfungsi, pihak kepolisian bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan teknis. "Kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo Pemprov DKI Jakarta terkait tentang CCTV (yang mati) ini," jelasnya. Ketika awak media menggali lebih dalam mengenai kemungkinan adanya kendala teknis lain di luar masalah jaringan seluler, Budi Hermanto memilih untuk tidak berspekulasi. Ia hanya menjawab singkat, "Nanti kami akan dalami." Pernyataan ini menutup konferensi pers singkat di tengah keramaian aksi yang masih berlangsung di belakangnya.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar