PARADAPOS.COM - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memimpin langsung rapat partai ke-59 di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu, 1 Juli 2026. Rapat yang dihadiri Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto serta sejumlah ketua DPP ini merumuskan langkah strategis menghadapi ancaman krisis iklim global, khususnya fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung setahun penuh dan mengancam ketahanan pangan nasional.
Suasana di Sekolah Partai Lenteng Agung tampak serius namun tertib. Sebelum memasuki agenda utama, Megawati sempat berbincang santai dengan beberapa ketua DPP, di antaranya Eriko Sotarduga dan Bintang Puspayoga. Percakapan singkat itu berlangsung di ruang utama, menandai dimulainya rangkaian pembahasan yang krusial bagi arah kebijakan partai ke depan.
Ancaman El Nino Sepanjang Tahun
Urgensi rapat ini semakin terasa setelah data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara hibrida di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa El Nino di Indonesia tidak akan berlangsung singkat. Fenomena anomali kenaikan suhu Samudra Pasifik ini diperkirakan membentang panjang, mulai Mei 2026 hingga Mei 2027.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi bahwa El Nino sudah aktif sejak Mei 2026. Kondisi berkepanjangan ini menyimpan risiko ganda yang kompleks. Fase akhirnya pada Mei 2027 diperkirakan akan berbarengan langsung dengan siklus musim kemarau dan musim hujan di tanah air, yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem.
Dampak paling nyata yang mulai membayangi adalah ancaman terhadap ketersediaan pasokan air untuk jaringan irigasi pertanian. Jika tidak diantisipasi, produksi pangan bisa anjlok drastis dan memicu inflasi pangan nasional.
Data Kekeringan di Berbagai Wilayah
Hingga akhir Juni 2026, catatan BMKG menunjukkan sejumlah wilayah di Indonesia telah resmi memasuki zona musim kemarau. Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, kekeringan sudah melanda 69 zona musim dari total 75 zona yang ada, atau mencapai 92,0 persen. Pulau Jawa mencatat 140 zona musim dari total 193 zona telah terdampak, setara dengan 72,5 persen. Sementara itu, Kalimantan mulai mencatat 6 zona musim terdampak dari total 67 zona.
"Ancaman nyata anjloknya pangan dan menyusutnya air akibat El Nino yang membentang setahun penuh inilah yang mendasari Ibu Megawati dan Partai bergerak cepat melakukan langkah mitigasi sedini mungkin melalui seluruh struktur partainya," ujar Hasto dalam keterangannya.
Delapan Poin Aksi Tanggap Darurat
Melalui Surat Instruksi No. 1110/IN/DPP//2026, DPP PDI Perjuangan menggerakkan "Tiga Pilar Partai"—struktural, legislatif, dan eksekutif—di seluruh Indonesia untuk menjalankan delapan poin aksi tanggap darurat. Instruksi ini menjadi amanat partai yang dikeluarkan secara resmi.
Pertama, edukasi hemat air. Partai mengajak masyarakat melakukan penghematan air serta mendorong budaya menampung air bersih sejak dini lewat tandon, sumur resapan, dan embung.
Kedua, gerakan penyimpanan air. Langkah ini memfasilitasi pembangunan sarana penampungan air di lingkungan warga dan mengoptimalkan mata air, sungai, serta air hujan.
Ketiga, mitigasi kekeringan. Partai akan memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan pemda untuk penyaluran air bersih, dan menyiapkan langkah cepat tanggap darurat.
Keempat, mitigasi kebakaran lahan. Upaya ini mencakup peningkatan kesiapsiagaan di wilayah rawan, patroli terpadu, sosialisasi pencegahan karhutla, serta memastikan ketersediaan sarana pemadaman dan sumber air.
Kelima, perlindungan sektor tani. Partai mendorong pola tanam adaptif kekeringan, mendukung teknologi hemat air dan irigasi alternatif, serta mengawal bantuan bagi petani terdampak.
Keenam, kecukupan pangan. Langkah ini memantau stok dan distribusi pangan guna menjaga stabilitas ketersediaan dan harga di pasar.
Ketujuh, solidaritas gotong royong. Kader dan simpatisan akan digerakkan untuk bakti sosial distribusi air bersih dan bantuan pokok.
Kedelapan, pelaporan berkala. Partai mewajibkan monitoring dan evaluasi kondisi wilayah secara berkala ke DPP Partai.
Fondasi Kebijakan Lingkungan yang Kokoh
Menurut Hasto, langkah taktis menghadapi El Nino ini memperkuat fondasi kebijakan lingkungan PDI Perjuangan yang telah dicanangkan sebelumnya. Sejak 15 Oktober 2025, melalui Surat Instruksi No. 180/IN/DPP//2025, partai telah menggariskan perintah tegas khusus kepada para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah kader PDI Perjuangan mengenai penataan sumber daya air.
Instruksi yang berbasis amanat Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 tersebut menekankan empat poin penataan air. Pertama, inventarisasi mata air, yaitu wajib mendata ulang seluruh sumber mata air, baik milik daerah maupun swasta, demi memastikan pemanfaatannya mutlak untuk kepentingan rakyat.
Kedua, review kebijakan swasta. Partai akan meninjau ulang pemanfaatan mata air oleh pihak swasta agar tidak terjadi konflik dengan penggunaan sumber air baku yang tersedia di wilayah tersebut.
Ketiga, prinsip "Merawat Pertiwi", yaitu mengutamakan pengelolaan air yang adil, lestari, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat.
Keempat, pertanggungjawaban ideologis. Hasil peninjauan dan inventarisasi tersebut harus dilaporkan langsung ke DPP Partai sebagai bukti komitmen pada garis perjuangan Bung Karno.
Eriko Sotarduga menambahkan bahwa kedua surat instruksi ini turut ditandatangani Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
"Ini menjadi bukti nyata bahwa PDI Perjuangan tidak hanya bergerak saat bencana tiba, melainkan konsisten membangun ketahanan lingkungan yang kokoh demi kemakmuran rakyat Indonesia," tuturnya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Prabowo Peringatkan Polri: Jangan Arogan, Teruslah Perbaiki Diri
Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara, Momen Kehangatan Dua Presiden
Ahli Forensik Rismon Diliputi Ketakutan Jelang Vonis Kasus Pencemaran Nama Baik Roy Suryo dan Dokter Tifa
Safari Politik Jokowi di Lampung Dinilai Tak Cukup Angkat PSI ke Senayan