"Tidak selalu Pak. Justru secara statistik pelaku korupsi lebih banyak adalah laki-laki," sentil Susi dikutip dari akun X pribadinya, Senin (18/12).
Susi heran, Mahfud yang kini masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ini justru membahas kasus rasuah dikaitkan dengan gender.
Padahal baginya, tidak ada hubungan antara korupsi dengan gender seseorang.
"Ndak boleh dong korupsi dikaitkan dengan genderism. Kalaupun ada karena istrinya, berarti suami itu bodoh, tamak, dan memang jahat," tutup wanita yang kerap dijuluki Ratu Pantai Selatan ini
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi? Klarifikasi Peradi Bersatu
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyentuh 2,92%
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026
Respons PDIP Soal Ambisi Kaesang & PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029