PARADAPOS.COM - Jeratan pinjaman online (Pinjol) terhadap para guru dan pendidik tidak lepas dari kegagalan Presiden Joko Widodo mengawasi kinerja menterinya.
Dosen ilmu pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pamulang (FISIP UNPAM), Efriza menilai, kondisi ini imbas kinerja buruk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek, Nadiem Makarim menyejahterakan para guru dan pendidik.
"Kegagalan Nadiem ini sayangnya dipelihara oleh Presiden Jokowi," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (18/5).
Pengamat politik dari Citra Institute itu memandang, seharusnya Jokowi tidak lagi menjadikan Nadiem sebagai Mendikbud di kabinet Indonesia Maju.
Pasalnya, dari pengamatannya terhadap beberapa kebijakan Nadiem, mulai dari penerapan kurikulum hingga beban kerja guru terlalu berat.
"Sayangnya, Jokowi tak berani me-reshuffle menteri yang gagal sejak awal dalam penilaian kinerja itu," tuturnya.
Oleh karena itu, Efriza menyimpulkan kegagalan Nadiem mengurusi sektor pendidikan dalam negeri tidak bisa dilepaskan dengan peran penting Jokowi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
"Ini artinya Jokowi juga menjadi aktor pendidikan di Indonesia yang tidak berorientasi ke manusia dengan dasar visi pendidikan maupun kesejahteraannya," demikian Efriza. rmol news logo article
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Pengamat: Program Makan Bergizi Gratis 2026 Berpotensi Bebani APBN Tanpa Kajian Matang
Prabowo Lontarkan Candaan soal Latar Belakang Buruh ke Menteri Jumhur saat Resmikan Museum Marsinah
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook, Pemerhati Sebut Ada Pesanan Hukum
Refly Harun: Peluang Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dinyatakan P21 Sangat Kecil