"Betul, saya pernah ditawari untuk menjadi cawapresnya Pak Anies. Tetapi bukan oleh koalisi, oleh PKS. Pada waktu itu PKS menggagasi beberapa orang, lalu datang ke rumah saya, 'Bapak mau nggak kalau kami calonkan sebagai cawapresnya Pak Anies karena kami koalisi?" ungkap Mahfud Md.
Ditawari menjadi cawapres Anies, Mahfud Md menolak tawaran PKS lantaran kondisi koalisi saat itu terancam bubar.
"Saya bilang waktu itu tidak. Kenapa? Karena koalisi Anda saat itu, ketika itu, koalisi Anda itu mau pecah. Itu Partai Demokrat yang dipimpin oleh AHY bilang, kalau tidak mencalonkan AHY, Demokrat akan keluar dari koalisi," jelasnya.
Mahfud Md khawatir jika ia menerima tawaran PKS dan koalisi tersebut bubar, maka koalisi tidak memenuhi syarat pengajuan capres.
Baca Juga: Ada Massa Berbendera Partai Lain Geber-geber Motor di Lokasi Acara PSI, Kaesang Bilang Begini
Selain itu, ia juga tidak ingin pemerintah disalahkan atas bubarnya koalisi, karena dirinya merupakan bagian dari pemerintahan Jokowi.
Artikel asli: kabarfajar.com
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi? Klarifikasi Peradi Bersatu
Analisis APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja & Utang Naik, Defisit Nyentuh 2,92%
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026
Respons PDIP Soal Ambisi Kaesang & PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029