2. Panjang dan bentuk tulang hidung,
3. Susunan gigi,
4. Tulang dagu, dan
5. Struktur serta posisi telinga.
"Kelima indikator ini sangat sulit dimanipulasi, bahkan dengan operasi plastik. Terutama jarak antarmata, itu hampir tidak bisa diubah tanpa mengubah seluruh struktur wajah," tambahnya.
Ia juga menyoroti kejanggalan pada tanggal kelulusan yang tertera di ijazah, yakni 5 November 1985.
Menurutnya, aspek ini turut memperkuat keraguan atas keaslian dokumen tersebut.
βBukan hanya dari wajah, tapi juga dari data administratif yang tidak konsisten, analisis saya menunjukkan bahwa ini bukan ijazah milik sosok yang kita kenal sebagai Presiden Jokowi,β tuturnya.
ππ
Sumber: Sawitku
Artikel Terkait
Pertemuan Prabowo dengan Abraham Samad & Tokoh Nasional: Istana Bukan Oposisi, Tapi Diskusi Bangsa
Said Didu Ungkap Prabowo Sepakat Rebut Kedaulatan dari Oligarki, Target Geng Solo
Strategi Politik Jokowi: Dukungan ke PSI Kaesang & Proyeksi Gibran di Pilpres 2029-2034
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim atau Kondisi Kesehatan?