PENJELASAN REKTOR UGM DILIHAT DARI ILMU LOGIKA
Oleh: Prof. Hanif Nurcholis
Pengantar Logika: Proposisi Aksiomatik vs. Spekulatif
Dalam ilmu logika, setiap pernyataan (kalimat deklaratif) disebut proposisi. Kebenaran proposisi bisa diklasifikasikan menjadi dua:
1. Proposisi Aksiomatik
Yaitu proposisi yang pasti benar, tidak bisa disangkal.
Bersifat universal, berlaku di segala tempat dan waktu.
Contoh:
2 2 = 4
Semua bujangan adalah laki-laki yang belum menikah
Segitiga memiliki tiga sisi
Dalam logika, proposisi ini setara dengan axiom atau tautologi.
2. Proposisi Spekulatif
Yaitu proposisi yang bisa benar bisa salah, tergantung bukti empiris atau penjelasan saksi fakta.
Kebenarannya tidak mutlak, hanya relatif.
Contoh:
Besok hujan di Yogyakarta (bisa benar, bisa salah).
Mahasiswa selalu rajin belajar (bisa benar, bisa salah).
Semua pejabat jujur (ini lebih cocok jadi bahan tertawa).
Dengan kacamata ini, kita bisa menguji proposisi-proposisi yang diucapkan Bu Rektor UGM soal ijazah Presiden Jokowi.
10 Proposisi Bu Rektor UGM
1. “Ijazah Presiden Jokowi asli dan dikeluarkan resmi oleh UGM.”
Spekulatif: bisa benar jika arsip asli lengkap, bisa salah bila ternyata hanya fotokopi.
2. “Tidak ada keraguan sedikit pun tentang keaslian ijazah tersebut.”
Artikel Terkait
Gibran Tanggapi Roasting Pandji di Mens Rea: Lucu, Saya Bangga Jadi Nomor Satu Netflix
Desakan Mundur Meutya Hafid dari Menkomdigi Gagal Berantas Judi Online
Tifatul Sembiring Bela Pandji Pragiwaksono: Jangan Cari-cari Delik Hukum, Pahami Kritik Generasi Muda
Dokter Tifa Kritik SP3 Eggi Sudjana & Damai Lubis: Restorative Justice Jokowi atau Abuse of Power?