Skema Rahasia IMIP: Cara TKA China Dihindarkan dari Sidak Pejabat

- Rabu, 03 Desember 2025 | 03:25 WIB
Skema Rahasia IMIP: Cara TKA China Dihindarkan dari Sidak Pejabat
Misteri Sidak di IMIP: Begini Cara TKA China Dihindarkan dari Inspeksi Mendadak

Misteri Sidak di IMIP: Begini Cara TKA China Dihindarkan dari Inspeksi Mendadak

Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari mantan karyawan PT Indonesia Morowal Industrial Park (IMIP). Ia membeberkan metode yang digunakan perusahaan untuk mengamankan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China saat ada inspeksi mendadak atau kunjungan pejabat.

Sistem Peringatan Dini dan Evakuasi Tersistem

Menurut sumber tersebut, IMIP memiliki dua pintu gerbang dengan jarak sekitar 500 meter. Sistem keamanan sudah aktif sejak tamu terdeteksi di gerbang pertama.

"Dari gerbang pertama, ketika ada informasi ada kunjungan pejabat, sirine di dalam area sudah langsung berbunyi," ujarnya dalam program Rakyat Bersuara di iNews.

Lokasi Penyembunyian di Kawasan Hutan

Setelah sirine berbunyi, shuttle bus yang telah disiapkan langsung memobilisasi para TKA China ke lokasi yang lebih aman. Lokasi yang dimaksud berada di kawasan hutan di sekitar area industri.

"Di hutan sudah ada semacam mess yang disiapkan untuk mobilisasi. Ribuan TKA bisa digeser dalam waktu singkat. Semua sudah ada aturannya sendiri," tambahnya.

Sidak Pejabat Tinggi yang Gagal Menemukan Kelebihan TKA

Mantan karyawan ini mengaku pernah menyaksikan langsung beberapa kunjungan pejabat, termasuk Menteri Ketenagakerjaan era itu, Hanif Dhakiri, dan Anggota DPR Dede Yusuf.

"Mereka melakukan sidak di waktu yang berbeda, dan tidak pernah menemukan TKA dalam jumlah berlebihan. Padahal, menurut penglihatan saya, masih ada ribuan TKA China di sana," tuturnya.

Fakta Lain: Bandara dan Pelabuhan Privat di IMIP

Pengakuan ini juga menyoroti fasilitas privat IMIP yang sebelumnya heboh, yaitu bandara tanpa otoritas negara. Tidak hanya bandara, IMIP juga memiliki pelabuhan privat.

Melalui pelabuhan inilah, banyak kontainer dari China masuk ke Morowali, membawa berbagai barang seperti alat pertukangan, peralatan rumah tangga, spare part kendaraan, hingga alat berat.

"Produk-produk UMKM China harus diakomodasi," ujarnya mengutuk alasan yang diberikan.

Laporan eksklusif ini mengungkap potret kompleks pengawasan ketenagakerjaan dan logistik di salah satu kawasan industri strategis Indonesia.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar