Heboh Gaji TKA China di IMIP: Kerja Ringan Sebagai Tukang Sapu Digaji Rp18 Juta per Bulan?
Isu ketimpangan upah kembali mencuat di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Setelah polemik bandara, sorotan kini beralih pada dugaan perbedaan gaji yang signifikan antara Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan pekerja lokal.
Pengakuan Mengejutkan Mantan Karyawan IMIP
Dalam tayangan program 'Rakyat Bersuara', seorang mantan karyawan IMIP yang disamarkan sebagai 'Mr X' mengungkap fakta mengejutkan. Ia mengklaim TKA China yang bekerja sebagai petugas kebersihan atau tukang sapu menerima gaji sekitar 8.000 Yuan.
Jika dikonversi ke Rupiah, nominal gaji tersebut setara dengan Rp18,7 juta per bulan. Pengakuan ini langsung memicu reaksi keras dan kritik dari publik.
Masyarakat Pertanyakan Keadilan dan Urgensi Rekrutmen TKA
Masyarakat menilai sangat janggal jika TKA dengan pekerjaan non-spesialis dan ringan menerima gaji berkali-kali lipat lebih besar daripada pekerja lokal yang menangani sektor berisiko tinggi, seperti di area smelter dan produksi.
Aktivis perburuhan dan warganet pun mempertanyakan:
- Bagaimana struktur pengupahan di PT IMIP sebenarnya?
- Apa dasar kebijakan yang menetapkan gaji setinggi itu untuk TKA non-keahlian?
- Apakah proses rekrutmen TKA telah memenuhi semua regulasi ketenagakerjaan Indonesia?
- Mengapa pekerjaan yang bisa dilakukan tenaga lokal justru diberikan kepada TKA?
Ketimpangan ini dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan mengikis rasa keadilan bagi pekerja Indonesia di Morowali.
Tuntutan Transparansi dan Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen PT IMIP terkait kesaksian mantan karyawan tersebut. Publik dan pemangku kepentingan mendesak adanya transparansi total mengenai:
- Skema dan struktur gaji di perusahaan.
- Kualifikasi dan job deskripsi TKA yang dipekerjakan.
- Peran serta pengawasan pemerintah dalam kebijakan ketenagakerjaan di perusahaan industri strategis nasional ini.
Desakan untuk kejelasan ini semakin menguat, mengingat PT IMIP merupakan pusat industri nikel nasional yang memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas.
Artikel Terkait
Mantan Kapolres Bima Kota Dituding Paksa PSK Ikuti Hubungan Intim Bertiga oleh Istri
Oknum Prajurit TNI Diperiksa Usai Aniaya dan Todong Sopir Taksi dengan Pistol Mainan
Remaja Tewas Tertembak di Makassar, Polisi Sebut Tidak Disengaja
Video Penggerebekan Toko Ponsel di Meulaboh Viral, Proses Hukum Berjalan