Menurutnya, ada sekitar 500 organisasi perempuan yang sudah siap turun ke jalan dengan aksi simbolis yang ekstrem.
“Kalau masalah ini tidak segera diselesaikan, kami 500 organisasi perempuan akan turun memakai BH dan celana dalam sebagai bentuk protes kepada Mabes Polri. Karena kami marah, Pak Jokowi tiap hari dihujat,” tegasnya.
Ia menambahkan, rencana aksi tersebut bukan sekadar gertakan, melainkan bentuk kemarahan dan solidaritas relawan yang merasa Presiden Jokowi difitnah dan diserang habis-habisan oleh isu yang belum terbukti secara hukum.
Relawan itu berharap Mabes Polri bertindak cepat demi menjaga stabilitas sosial politik dan mencegah perpecahan bangsa.
“Ini bukan sekadar masalah pribadi, tapi sudah menyangkut kehormatan negara. Jangan biarkan fitnah dan hujatan ini berlarut-larut,” pungkasnya.
Sumber: SuaraNasional
Artikel Terkait
Bahlil Siap Berkorban Demi Swasembada Energi: Tantangan & Dugaan Sabotase Proyek RDMP Balikpapan
Luhut Pandjaitan Bantah Keras Punya Saham Toba Pulp Lestari, Usul Pencabutan Izin ke Prabowo
PDIP Tolak Pilkada via DPRD, Usung E-Voting untuk Tekan Politik Uang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau SPPG Kalikajar Wonosobo, Staf Bersihkan Sepatunya