Hensat: Purbaya Menteri Pertama yang Ajak Rakyat Kaya Bareng-bareng
Meski baru sebulan lebih menjabat di Kabinet Merah Putih, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menjadi sorotan publik. Kinerjanya bahkan dinilai baik dalam beberapa survei Satu Tahun Prabowo-Gibran.
Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio turut menyoroti sosok Purbaya. Menurut Hensat, sapaan akrabnya, Purbaya menggunakan teori konsistensi kognitif dalam komunikasinya, yang menciptakan harapan bagi rakyat untuk memperbaiki hidup.
"Purbaya menteri pertama di Indonesia yang ngajak rakyatnya kaya bareng-bareng. Makanya banyak orang, termasuk teman-teman dekat gue bilang, kita kalau nonton Purbaya, kelihatannya bulan depan kita tajir. Ada harapan," ujar Hensat dalam Podcast The Comment yang tayang di YouTube SindoNews.
Hensat juga menyebutkan munculnya 'Pasukan Pengawal Purbaya' yang menggunakan teori self representation. "Di mana ada Purbaya, itu harus ada liputannya. Panik tuh KDM (Kang Dedi Mulyadi)," ujarnya.
Meski menimbulkan optimisme, Hensat mengingatkan Purbaya untuk berhati-hati. "Optimisme yang terlalu tinggi, kalau tidak ter-deliver, sebelnya orang itu bisa berkali-kali lipat. Kayak pada saat awal kita optimis banget pada saat Jokowi terpilih, tapi terus ujungnya kayak gini, kekecewaannya berkali-kali lipat," katanya.
Karena itu, Hensat kembali mengingatkan mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu untuk berhati-hati. "Ada hal yang harus ditaklukkan Pak Purbaya, yang namanya waktu. Orang mau berapa lama nunggu. Kalau dia nggak berhasil memperbaiki kualitas ekonomi di Indonesia dan tidak berhasil memperbaiki kualitas ekonomi keluarga, nanti lama-lama back fire," ujarnya.
Sumber: nasional.sindonews.com
Artikel Terkait
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Ketegangan dengan Menkeu soal Likuiditas dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Rudy Bantah Klaim Jokowi soal 54 Kali Temui PKL: Hanya Dua Kali Hadir
Mantan Ketua PDIP Solo Kecewa Jokowi Langgar Janji soal Anak Tak akan Masuk Politik
Indikator Politik Indonesia Bantah Dokumen Survei Capres 2029 yang Beredar Luas