Beberapa poin kunci dari laporan keuangan CBRE adalah:
- Pendapatan turun 32% YoY menjadi Rp28,54 miliar.
- Rugi bruto Rp6,08 miliar, berbalik dari laba kotor periode sebelumnya.
- Beban keuangan yang tinggi mencapai Rp10,09 miliar.
- Total liabilitas melonjak 24% menjadi Rp268,30 miliar.
- Total ekuitas menyusut 28% menjadi Rp84,28 miliar.
Prospek Ke Depan: Dampak Akuisisi Kapal Hilong 106
Di tengah tekanan kinerja, CBRE melakukan sejumlah aksi korporasi. Perusahaan telah menyetujui akuisisi kapal pipe laying & lifting vessel Hilong 106. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan total aset dan membuka peluang kontrak offshore bernilai besar.
Direktur Utama CBRE, Suminto, menyatakan bahwa dengan struktur permodalan yang lebih solid, opsi right issue yang sedang dikaji dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja dan profitabilitas perseroan, serta membuka potensi dividen di masa depan.
Meski demikian, ekspansi agresif ini juga berpotensi meningkatkan kewajiban dan Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan.
Dengan demikian, investor perlu mencermati perkembangan strategi pembiayaan dan realisasi peningkatan pendapatan dari aset baru CBRE ke depannya.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat