Dolar AS Tembus Level 100: Analisis Faktor Penguatan dan Dampaknya pada Mata Uang Global

- Rabu, 05 November 2025 | 00:50 WIB
Dolar AS Tembus Level 100: Analisis Faktor Penguatan dan Dampaknya pada Mata Uang Global

Indeks Dolar AS (DXY) berhasil menembus level psikologis 100 untuk pertama kalinya sejak awal Agustus. Pada perdagangan Selasa, 4 November, DXY tercatat menguat hingga mencapai level 100,17. Kenaikan nilai Dolar AS ini dipicu oleh dua faktor utama: keraguan pasar terhadap rencana pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Reli Dolar AS berlanjut dari pekan sebelumnya meskipun The Fed telah memangkas suku bunga sesuai ekspektasi. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan bahwa pelonggaran kebijakan lanjutan pada Desember belum pasti dilakukan menjadi katalis utama penguatan greenback.

Perpecahan pandangan di internal The Fed juga mempengaruhi pergerakan Dolar AS. Berbagai pejabat The Fed menyampaikan penilaian yang berbeda mengenai kondisi ekonomi AS, meningkatkan keraguan pelaku pasar. Akibatnya, perkiraan peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember turun drastis dari 94% menjadi 65% dalam sepekan.

Sentimen hati-hati di pasar global mendorong investor beralih ke aset safe haven tradisional seperti Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss. Penguatan Dolar AS ini memberikan tekanan pada mata uang utama lainnya.

Euro mengalami pelemahan untuk kelima sesi berturut-turut, turun 0,3% ke posisi 1,1483 Dolar AS - level terlemah sejak 1 Agustus. Sementara Poundsterling melemah 0,9% menjadi 1,3015 Dolar AS, terdorong oleh pernyataan Menteri Keuangan Inggris tentang perlunya "pilihan sulit" dalam anggaran pemerintah.

Yen Jepang justru menguat dengan Dolar melemah 0,4% menjadi 153,60 Yen, meskipun Yen masih berada dekat posisi terendah dalam delapan setengah bulan terakhir. Pemerintah Jepang menyatakan akan memantau pergerakan nilai tukar dengan kewaspadaan tinggi.

Dolar Australia tertekan 0,8% menjadi 0,649 Dolar AS setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga dan menyatakan sikap berhati-hati terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut. Meskipun menunjukkan performa kuat, beberapa analis menilai penguatan Dolar AS ini mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar