paradapos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) merencanakan deklarasi sebagai pusat fesyen muslim dunia pada tahun 2024, sejalan dengan upaya globalisasi produk halal.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi, menyampaikan komitmen ini saat publikasi kinerja ekspor produk halal di Jakarta.
Dilansir paradapos.com dari Antara (20/12), Didi Sumedi menekankan bahwa deklarasi ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Indonesia bersiap mempromosikan fesyen modest ke tingkat internasional dengan kerja sama antara Kemendag, Bank Indonesia, dan Kemenkop UKM.
Baca Juga: Jokowi Groundbreaking Nusantara Superblock di IKN, Investor Kaltim Kucurkan Dana Rp 3 Triliun
Fesyen modest tidak hanya sekadar gaya berpakaian, tetapi juga sebuah ungkapan seni yang menggabungkan kekayaan warisan budaya dengan nilai-nilai religius.
Dengan menekankan penutupan tubuh tanpa menonjolkan lekuk berlebihan, fesyen ini dianggap sebagai wujud harmonis antara estetika dan spiritualitas.
Didi Sumedi, yang mengetuai upaya ini, dengan penuh semangat menjelaskan bagaimana Indonesia telah aktif menjadi bagian dari panggung fesyen global.
Dari New York hingga Jakarta Muslim Fashion Week, Indonesia terlibat dalam pekan fesyen ternama, membawa nuansa lokal yang kaya akan keberagaman budaya.
Ambisi Indonesia untuk mendominasi panggung global dalam ranah fesyen muslim bukanlah semata tentang prestise, melainkan juga tentang mempromosikan dan melestarikan keindahan serta makna di balik setiap karya.
Fokus pada pasar-pasar kunci menjadi strategi bijak untuk memastikan eksistensi fesyen muslim Indonesia terus berkembang.
Didi Sumedi menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan fesyen Muslim secara aktif di kancah internasional.
Melalui platform fashion week dunia, Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga penentu arah perkembangan fesyen muslim global.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat