Laba DYAN Turun 61,15% Hingga Kuartal III 2025, Bisnis MICE Masih Tertekan
PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) membukukan laba bersih sebesar Rp37,8 miliar hingga kuartal III tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan yang signifikan, yakni 61,15 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp97,34 miliar.
Penurunan laba bersih DYAN ini erat kaitannya dengan kondisi industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) yang dinilai belum sepenuhnya pulih.
Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung, menjelaskan bahwa beberapa kegiatan bisnis perseroan masih menghadapi tekanan. Hal ini terutama disebabkan oleh pengurangan anggaran pemerintah yang berdampak pada frekuensi dan skala kegiatan MICE yang berbasis lembaga publik.
Di sisi pendapatan, DYAN juga mencatatkan penurunan sebesar 14,62 persen secara yoy. Pendapatan perseroan turun dari Rp1,11 triliun menjadi Rp947,75 miliar hingga September 2025.
Kontribusi Pendapatan dari Segmen Bisnis DYAN
Berikut adalah rincian kontribusi pendapatan DYAN hingga kuartal III 2025:
- PT Dyandra Promosindo (Event/Exhibition Organizer): Rp769,3 miliar (81%)
- PT Nusa Dua Indonesia (Convention and Exhibition Hall): Rp115,7 miliar (12%)
- PT Graha Multi Utama (Hotel): Rp41,3 miliar (4%)
- PT Dyamall Graha Utama (Supporting Event): Rp23,9 miliar (3%)
Meski menghadapi tantangan, manajemen DYAN menyatakan optimisme. Perseroan percaya bahwa upaya diversifikasi dan ekspansi ke segmen korporasi, asosiasi, serta pengembangan event Intellectual Property (IP) akan mulai memberikan kontribusi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Kinerja Keuangan dan Aset DYAN
Beberapa metrik keuangan penting DYAN hingga kuartal III 2025 antara lain:
- Gross Profit Margin (GPM): Rp298,1 miliar (31%)
- EBITDA: Rp118,1 miliar
- Total Aset: Meningkat menjadi Rp1,22 triliun dari sebelumnya Rp1,21 triliun di akhir 2024.
- Total Liabilitas: Turun menjadi Rp490,4 miliar dari Rp530 miliar di akhir 2024.
- Ekuitas: Meningkat menjadi Rp739,3 miliar dari Rp682 miliar di akhir 2024.
Dengan fundamental perusahaan yang dinilai kuat, DYAN yakin dapat terus berkontribusi positif terhadap pertumbuhan industri MICE di Indonesia.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat