Lippo Cikarang (LPCK) Cetak Marketing Sales Rp1,2 Triliun, Pendapatan Melonjak 251%!

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:00 WIB
Lippo Cikarang (LPCK) Cetak Marketing Sales Rp1,2 Triliun, Pendapatan Melonjak 251%!

Lippo Cikarang (LPCK) Catat Marketing Sales Rp1,2 Triliun Hingga Kuartal III 2025

PT Lippo Cikarak Tbk (LPCK) mengumumkan pencapaian pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp1,2 triliun hingga kuartal ketiga tahun 2025. Angka ini telah mencapai 73% dari target tahunan perusahaan yang ditetapkan sebesar Rp1,65 triliun.

Pendapatan dan Pertumbuhan Bisnis Lippo Cikarang

Perusahaan juga membukukan pendapatan Rp3,44 triliun pada periode yang sama, yang mencerminkan lonjakan 251% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penyerahan unit rumah tapak, apartemen, unit komersial (ruko), lahan industri, serta kontribusi dari segmen pengelolaan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis.

Secara rinci, segmen penjualan rumah tapak dan apartemen mencatat pertumbuhan pendapatan fantastis sebesar 683%, sementara unit komersial tumbuh 187%.

Kinerja Keuangan dan Profitabilitas LPCK

Laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp670 miliar dengan margin laba kotor sebesar 19%. Sementara itu, EBITDA LPCK mencapai Rp363 miliar, tumbuh 43% year-on-year, dengan margin EBITDA sebesar 11% dari total pendapatan.

Pendorong Utama Marketing Sales

Presiden Direktur Lippo Cikarang, Marlo Budiman, menyatakan bahwa pencapaian ini didorong oleh minat tinggi terhadap produk properti mereka. Produk rumah tapak menjadi penyumbang terbesar dengan 60% dari total marketing sales, diikuti oleh unit komersial (34%), dan lahan industri (6%).

Hingga September 2025, perseroan telah berhasil menjual 1.154 unit, yang turut didukung oleh peluncuran produk baru, Neo Top. Marlo Budiman menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan memastikan proses serah terima berjalan sesuai jadwal.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar