The Fed Pangkas Bunga! Ini Peluang Ganda untuk IHSG dan Rupiah di 2025

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 06:10 WIB
The Fed Pangkas Bunga! Ini Peluang Ganda untuk IHSG dan Rupiah di 2025

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Buka Peluang Likuiditas Global ke Indonesia

Kebijakan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat memangkas suku bunga acuan membuka peluang besar bagi arus likuiditas global mengalir ke pasar emerging market, termasuk Indonesia. Langkah ini diprediksi memberikan dampak positif bagi penguatan pasar saham domestik dan nilai tukar Rupiah.

Dampak Positif bagi Pasar Saham Indonesia

Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim mengungkapkan bahwa penurunan suku bunga The Fed berpotensi meningkatkan aliran likuiditas ke Indonesia. "Penurunan bunga deposito AS akan mendorong investor mencari alternatif investasi dengan yield lebih tinggi di emerging market," jelas Kharel.

Keuntungan ganda juga datang dari pelemahan Dolar AS yang memperkuat daya tarik aset berbasis komoditas. "Ketika USD melemah, investor biasanya melakukan hedging ke komoditas. Indonesia sebagai negara dengan kekayaan komoditas akan mendapat manfaat ganda dari kondisi ini," tambahnya.

Ruang Gerak Lebih Luas bagi Bank Sentral

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menegaskan keputusan The Fed memberikan ruang gerak lebih baik bagi Rupiah dan negara emerging market. "Bank sentral di negara EM kini memiliki kelonggaran lebih besar dalam menyesuaikan kebijakan moneter karena selisih suku bunga dengan AS menjadi lebih kecil," papar Michael.

Dari sisi teknikal, IHSG menunjukkan sinyal penguatan lanjutan. "Rejection di level 8.000 cukup kuat dengan munculnya beberapa pola hammer yang mengindikasikan potensi pengujian kembali ke level all-time high di 8.350," jelasnya.

Perkembangan Terkini IHSG

Hingga penutupan sesi I perdagangan Kamis (30/10), IHSG menguat tipis 0,08% ke level 8.172,86. Secara bulanan, indeks naik 1,39% dan sepanjang 2025 telah melesat 15,44%.

Sinyal Hati-Hati dari The Fed

The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4%, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Namun Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga berikutnya pada Desember belum pasti.

"Jauh dari pasti," ujar Powell menepis ekspektasi pasar mengenai kelanjutan pelonggaran moneter. Powell juga mengakui bahwa fase mudah dalam proses normalisasi kebijakan moneter telah berlalu.

Kondisi Pasca Keputusan The Fed

Keputusan pemangkasan suku bunga disetujui dengan suara 10 banding 2. The Fed juga sepakat menghentikan program penyusutan neraca aset senilai USD6,6 triliun mulai 1 Desember 2025.

Pasar saham Wall Street merespons bervariasi dengan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi baru. Sementara imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun melonjak 9,2 basis poin ke 3,585%, menandakan kenaikan harian terbesar sejak awal Juli.

Powell menegaskan bahwa keputungan kebijakan selanjutnya akan sangat bergantung pada data dan perkembangan ekonomi ke depan, dengan pandangan di dalam komite yang masih beragam mengenai arah kebijakan Desember mendatang.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar