Polri Hanya Beri Sanksi Etik ke 4 Personelnya yang Terlibat Penyelundupan Narkoba, Kok Bisa?

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:25 WIB
Polri Hanya Beri Sanksi Etik ke 4 Personelnya yang Terlibat Penyelundupan Narkoba, Kok Bisa?

Kasus Narkoba Polres Nunukan: 4 Anggota Polisi Dikenakan Sanksi Etik, Bukan Pidana

Kasus dugaan penyelundupan narkoba yang melibatkan anggota Polres Nunukan akhirnya ditindaklanjuti dengan sanksi etik. Keputusan ini diumumkan setelah penyelidikan mendalam oleh Mabes Polri.

Penangkapan dan Status Hukum

Keempat anggota polisi tersebut ditangkap oleh tim dari Mabes Polri pada Rabu, 9 Juli 2025. Lokasi penangkapan berada di Resort D'Putri, Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.

Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, menjelaskan alasan mengapa keempatnya tidak dikenakan pidana. "Unsur-unsur tindak pidana tidak terpenuhi secara lengkap, sehingga kasus ini dilimpahkan ke Propam Polri untuk diproses secara kode etik," jelasnya di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).

Identitas Anggota yang Terlibat

Adapun anggota yang ditangkap meliputi:

  • Iptu Sony Dwi Hermawan (Kasat Reserse Narkoba Polres Nunukan)
  • Brigpol Samsul (S)
  • Bripda Muhammad Akbar (MA)
  • Bripda Jupingki (JP) - Personel Satuan Polair Polres Nunukan

Lokasi Kejadian dan Dugaan Keterlibatan

Ketiga anggota bawahan diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di wilayah Pulau Sebatik. Pulau ini merupakan daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia yang rawan terhadap aktivitas penyelundupan.

Kasus ini kini sepenuhnya berada dalam penanganan Propam Mabes Polri untuk menentukan jenis sanksi etik yang akan diberikan kepada keempat anggota polisi tersebut.

Sumber: Artikel Asli

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar