Indonesia Menang Voting di PBB, Calon Kuat Presiden Dewan HAM 2026

- Kamis, 25 Desember 2025 | 02:25 WIB
Indonesia Menang Voting di PBB, Calon Kuat Presiden Dewan HAM 2026
Menteri HAM Natalius Pigai: Indonesia Menang Voting, Calon Kuat Presiden Dewan HAM PBB 2026

Kemenangan Besar Indonesia di PBB, Calon Kuat Pimpin Dewan HAM 2026

PARADAPOS.COM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memerlukan buzzer atau pendengung untuk membawa nama Indonesia menaklukkan dunia. Pernyataan ini disampaikan setelah Indonesia meraih kemenangan penting dalam pemungutan suara Asia Pacific Group di Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Waktu saya pidato, orang bilang Pigai mengkhayal. Tapi hari ini kita buktikan Indonesia bisa memimpin dunia," tegas Pigai melalui akun X miliknya, @NataliusPigai2, pada Rabu, 24 Desember 2025.

Indonesia Unggul Jauh atas Thailand dalam Voting

Dalam proses voting yang berlangsung di Jenewa, Swiss, Indonesia berhasil mengumpulkan 34 suara. Angka ini unggul jauh dari pesaing terdekat, Thailand, yang hanya memperoleh 7 suara. Kemenangan telak ini membuka peluang yang sangat besar bagi Indonesia untuk ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB periode 2026.

Pigai mengungkapkan bahwa sebelum pemungutan suara, telah dilakukan lobi intensif antara Indonesia dan Thailand yang dipimpin oleh Wakil Menteri HAM. Namun, karena Thailand tetap bersikeras pada posisinya, akhirnya diambil keputusan untuk melakukan voting terbuka.

Proses Menuju Penetapan Resmi di Januari 2026

Meski telah meraih kemenangan dalam voting, Pigai menegaskan bahwa proses belum sepenuhnya selesai. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan dan doa.

"Kita tetap berdoa agar tanggal 8 Januari 2026 Indonesia ditetapkan secara resmi sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026," pungkas Menteri Natalius Pigai. Penetapan resmi ini dijadwalkan akan disahkan pada minggu kedua bulan Januari mendatang, menandai sebuah pencapaian sejarah diplomasi HAM Indonesia di kancah global.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar