Merespons tindakan AS tersebut, Rusia dikabarkan telah mengerahkan kapal perangnya. Langkah ini diambil untuk melindungi kapal tanker minyak miliknya dan menegaskan kedaulatan. Pemerintah Rusia melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa kapal Bella 1 sedang berlayar di perairan internasional secara sah di bawah bendera Rusia dan mematuhi semua hukum maritim internasional.
Moskow juga menuduh AS dan NATO melakukan pengawasan yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap kapal mereka. Rusia menyerukan agar negara-negara Barat menghormati prinsip-prinsip hukum laut internasional dalam praktik nyata.
Eskalasi Ketegangan Antar Kekuatan Nuklir
Insiden penyitaan kapal tanker Rusia oleh AS ini dinilai berpotensi memperburuk ketegangan antara kedua negara adidaya pemilik senjata nuklir tersebut. Situasi ini mengingatkan pada dinamika geopolitik yang rentan dan bagaimana insiden di laut dapat dengan cepat memicu respons militer yang signifikan dari kedua belah pihak.
Perkembangan lebih lanjut dari insiden ini akan terus dipantau, karena dapat berdampak pada stabilitas keamanan maritim global dan hubungan bilateral AS-Rusia yang sudah kompleks.
Artikel Terkait
Latihan Militer China, Rusia, Iran di Afrika Selatan: Tujuan & Dampak Geopolitik
Donald Trump Klaim Tak Perlu Hukum Internasional, Hanya Ikuti Moralitas Pribadi
Larangan Drama CEO Kaya & Si Miskin di China: Alasan NRTA & Dampak ke Industri
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Respons Indonesia