Debat AS vs Iran di DK PBB Memanas: Ancaman Militer dan Saling Kecam

- Jumat, 16 Januari 2026 | 08:50 WIB
Debat AS vs Iran di DK PBB Memanas: Ancaman Militer dan Saling Kecam

Posisi Iran mendapat dukungan dari sekutunya. Perwakilan Rusia, Vasily Nebenzya, menyebut retorika AS berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Sementara China mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari situasi "hukum rimba" yang dapat memperluas konflik di kawasan Asia Barat.

Pergerakan Militer AS dan Peringatan Negara Arab

Laporan intelijen dan media, termasuk Fox News, mengindikasikan peningkatan pergerakan militer AS. Setidaknya satu gugus tugas kapal induk dikabarkan bergerak menuju Timur Tengah, meski Pentagon belum mengonfirmasi secara resmi. Langkah ini ditafsirkan sebagai persiapan serius untuk skenario militer.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengaku semua opsi sedang dipersiapkan untuk Presiden Trump. Di tengah eskalasi, sejumlah pemimpin kunci Timur Tengah seperti dari Mesir, Oman, Arab Saudi, dan Qatar dilaporkan telah melakukan komunikasi intensif dengan Trump. Mereka memperingatkan bahwa intervensi militer di Iran berisiko mengguncang ekonomi global dan merusak stabilitas regional yang sudah rapuh.

Korban Jiwa dan Situasi Terkini

Kelompok hak asasi manusia melaporkan korban jiwa dalam protes di Iran telah mencapai angka yang signifikan. Meski ketegangan di Teheran dilaporkan sedikit mereda, kehadiran militer AS di kawasan tetap menjadi fokus perhatian dunia. Situasi ini menjadikan Asia Barat sebagai titik panas geopolitik yang menentukan.

Halaman:

Komentar