Trump Setujui Gencatan Senjata Dua Minggu dengan Iran Usai Mediasi Pakistan

- Rabu, 08 April 2026 | 00:25 WIB
Trump Setujui Gencatan Senjata Dua Minggu dengan Iran Usai Mediasi Pakistan

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk menangguhkan rencana serangan militer besar-besaran terhadap Iran, Senin (7/4/2026) malam waktu setempat. Keputusan ini muncul setelah adanya usulan gencatan senjata selama dua minggu dari mediator, dengan Pakistan memainkan peran kunci dalam upaya diplomatik tersebut. Langkah ini membuka peluang bagi negosiasi lebih lanjut antara Washington dan Teheran, meski ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda.

Kesepakatan Penangguhan dan Peran Mediator

Mengutip laporan Korea Times, Trump menegaskan bahwa ia sepakat untuk menangguhkan rencana pengeboman terhadap Iran selama 14 hari. Penangguhan ini merupakan respons terhadap usulan gencatan senjata yang diajukan oleh para mediator yang terlibat dalam konflik antara AS dan Iran. Trump mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pimpinan Pakistan, yang bertindak sebagai penengah antara kedua negara yang berseteru.

Dalam unggahan di media sosialnya, Trump memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pertimbangannya.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan lengkap, segera dan aman Selat Hormuz. Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulisnya di Truth Social.

Ia kemudian menambahkan, "Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi."

Proposal Iran dan Jalan Menuju Negosiasi

Selain kesepakatan penangguhan, Trump juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima proposal berisi 10 poin dari Iran. Menurutnya, dokumen tersebut dapat dijadikan landasan untuk memulai perundingan. Trump menilai sebagian besar poin perselisihan lama antara Washington dan Teheran telah menemui titik terang, sehingga jendela waktu dua minggu ini diharapkan dapat digunakan untuk menyelesaikan kesepakatan akhir.

Di sisi lain, respons resmi dari Iran mulai mengalir. Mengutip laporan Associated Press, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan kesediaannya untuk menerima gencatan senjata selama dua minggu yang diajukan AS. Mereka juga mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan Washington akan digelar di Islamabad, Pakistan, dan dijadwalkan dimulai pada Jumat (10/4/2026).

Pernyataan Tegas Iran dan Situasi yang Masih Rapuh

Meski menyambut baik jeda sementara ini, pihak Teheran dengan tegas menegaskan bahwa gencatan senjata bukanlah tanda berakhirnya konflik secara menyeluruh. Pernyataan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyiratkan kehati-hatian dan menyisakan ruang untuk kemungkinan eskalasi di masa depan.

Dewan tersebut menegaskan, "Ditekankan bahwa ini tidak berarti berakhirnya perang."

Pernyataan singkat namun penuh makna ini menggambarkan kompleksitas situasi dan kerapuhan kesepakatan sementara yang baru saja terjalin. Kedua belah pihak tampaknya masih menjaga posisi dan tuntutan masing-masing, sambil memanfaatkan jeda ini untuk mengevaluasi langkah strategis berikutnya di tengah tekanan diplomatik internasional yang terus berlangsung.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar