Aktivis Global Sumud Flotilla Laporkan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Fisik oleh Pasukan Israel

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 02:50 WIB
Aktivis Global Sumud Flotilla Laporkan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Fisik oleh Pasukan Israel
PARADAPOS.COM - Sejumlah aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) mulai mengungkapkan pengalaman mengerikan mereka setelah tiba di Turki pada Kamis (21/5/2026). Mereka melaporkan tidak hanya kekerasan fisik seperti pemukulan dan setrum, tetapi juga pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan oleh pasukan Israel. GSF mencatat sedikitnya 15 kasus pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan anal dan penetrasi paksa menggunakan pistol. Para aktivis dari 44 negara ini ditangkap saat berlayar menuju Gaza dan dicegat di perairan internasional dekat Siprus.

Penyiksaan di Kapal Penjara

Para penyintas menceritakan bagaimana mereka dijebloskan ke dalam kontainer dan dipukuli di bagian kepala dan tulang rusuk. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah laporan mengenai pelecehan seksual yang terjadi secara sistematis. Penyelenggara GSF menyatakan bahwa beberapa aktivis harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Turki akibat luka parah. "Setidaknya 12 serangan seksual telah didokumentasikan di kapal itu saja, termasuk pemerkosaan anal dan penetrasi paksa menggunakan pistol," demikian bunyi pernyataan resmi GSF yang dikutip dari Reuters pada Sabtu (23/5/2026).

Kasus Terburuk di Armada Militer

Dari dokumentasi yang dikumpulkan, kasus terburuk terjadi di salah satu "kapal penjara" Israel. Armada pendaratan militer itu diubah menjadi penjara darurat yang dilengkapi kawat berduri. Di sanalah para aktivis mengalami penggeledahan tubuh yang memalukan, ejekan seksual, perabaan, hingga penganiayaan di bagian alat kelamin. Pemerintah Jerman angkat bicara mengenai insiden ini. Mereka mengonfirmasi bahwa beberapa warga negara Jerman terluka dan mengalami perlakuan "serius", meskipun tidak memberikan penjelasan lebih rinci.

Kronologi Penangkapan

Pasukan Israel menangkap total 422 aktivis dari 44 negara. Mereka memulai pelayaran dari pelabuhan Marmaris, Turki, menggunakan 50 kapal pada 14 Mei. Namun, rombongan tersebut dicegat dan ditangkap di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 400 kilometer dari Gaza. Satu per satu kesaksian mulai terungkap setelah para aktivis dibebaskan dan tiba di Turki. Mereka membawa luka fisik dan trauma psikologis yang mendalam.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar