PARADAPOS.COM - Laporan intelijen gabungan Amerika Serikat dan Israel mengklaim bahwa Mojtaba Khamenei, putra dan figur kunci di lingkungan Pemimpin Tertinggi Iran, berada dalam kondisi kritis. Menurut memo diplomatik yang bocor, ia kini dirawat di kota suci Qom dan dinilai tidak mampu menjalankan peran dalam pengambilan keputusan negara. Klaim ini muncul di tengah ketidakjelasan peta kekuasaan Iran pasca serangan militer besar-besaran akhir Februari lalu, yang disebut juga menewaskan ayahnya, Ali Khamenei.
Laporan Intelijen dan Kondisi Kesehatan
Berdasarkan memo yang dikutip oleh sejumlah media internasional, kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei digambarkan sangat serius. Laporan tersebut, yang berasal dari penilaian intelijen gabungan, menyebutkan bahwa perawatan intensif yang dijalaninya di Qom membuatnya mustahil untuk terlibat dalam urusan pemerintahan.
“Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi kritis, tidak mampu terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim,” demikian bunyi kutipan langsung dari memo tersebut, seperti dilaporkan The Times of Israel pada Rabu, 8 April 2026.
Misteri dan Spekulasi Pasca-Serangan
Informasi ini merupakan yang pertama mengungkap keberadaan Mojtaba sejak konflik besar meledak. Ia diyakini mengalami luka dalam serangan gabungan yang terjadi pada periode tersebut. Ketidakhadirannya yang nyaris total dari publik selama berminggu-minggu telah memicu gelombang spekulasi, bukan hanya tentang kesehatannya, tetapi terutama tentang siapa yang sebenarnya memegang kendali di balik layar kekuasaan Iran.
Dalam situasi vakum informasi resmi ini, analisis dari berbagai kalangan mengarah pada menguatnya peran badan-badan militer, khususnya Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), dalam struktur pengambilan keputusan negara.
Persiapan Pemakaman dan Konten yang Dipertanyakan
Memo intelijen yang sama juga mengungkapkan perkembangan lain yang mencengangkan: persiapan pemakaman untuk Ali Khamenei di Qom. Kompleks makam yang sedang dibangun disebutkan kemungkinan dirancang untuk menampung lebih dari satu jenazah, sebuah detail yang memicu tafsir mengenai nasib anggota keluarga lainnya.
Di tengah laporan-laporan mencemaskan ini, media pemerintah Iran justru terus merilis pernyataan dan konten yang diklaim berasal dari Mojtaba Khamenei. Salah satunya adalah sebuah video yang menunjukkan sosoknya sedang meninjau peta fasilitas nuklir Israel. Namun, keaslian rekaman tersebut dipertanyakan oleh banyak pengamat independen, yang melihatnya sebagai upaya untuk menciptakan kesan normalitas dan kontrol di tengah situasi yang tidak pasti.
Artikel Terkait
Ledakan Gas di Tambang Shanxi Tewaskan 82 Pekerja, Puluhan Masih Terjebak
Netanyahu Kecewa Keras Usai Trump Tunda Serangan ke Iran atas Desakan Negara Teluk
Aktivis Global Sumud Flotilla Laporkan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Fisik oleh Pasukan Israel
Iran Klaim 80 Persen Infrastruktur Rusak Akibat Serangan AS-Israel Berhasil Dipulihkan