Delegasi Iran Buka Perundingan dengan AS, Tegaskan Tak Ada Kepercayaan

- Sabtu, 11 April 2026 | 03:50 WIB
Delegasi Iran Buka Perundingan dengan AS, Tegaskan Tak Ada Kepercayaan

PARADAPOS.COM - Sebuah delegasi tingkat tinggi Iran tiba di Islamabad, Pakistan, untuk memulai babak baru perundingan dengan Amerika Serikat. Kedatangan ini diwarnai oleh pernyataan keras dari pimpinan delegasi Iran yang menegaskan sikap waspada dan ketidakpercayaan mendasar terhadap Washington, menyusul pengalaman masa lalu yang disebut sebagai pengkhianatan. Perjalanan diplomasi yang rumit ini akan menguji niat kedua belah pihak dalam mencari resolusi damai untuk ketegangan yang telah berlangsung lama.

Peringatan Tegas dari Ketua Delegasi

Sesaat setelah mendarat, Ketua Parlemen Iran sekaligus ketua tim negosiator, Mohammad Baqer Qalibaf, langsung menyampaikan sikap resmi negaranya. Dalam konferensi pers di bandara, ia menyuarakan skeptisisme yang mendalam, menegaskan bahwa Iran datang dengan niat baik namun tanpa ilusi mengenai janji-janji dari pihak Amerika Serikat.

Qalibaf lantas mengingatkan sejarah kelam yang menjadi dasar kewaspadaan tersebut. Dua kali dalam waktu kurang dari setahun, di tengah perundingan, dan meskipun pihak Iran memiliki itikad baik, mereka menyerang kami dan melakukan banyak kejahatan perang, ungkapnya, merujuk pada insiden-insiden sebelumnya yang masih membekas.

Syarat dan Peringatan untuk Perdamaian

Berdasarkan pengalaman itu, Qalibaf menekankan bahwa kewaspadaan adalah hal yang non-negosiable bagi delegasinya. Ia menyatakan dengan gamblang bahwa kepercayaan tidak bisa diberikan begitu saja. Kami punya niat baik, tapi kami tidak punya kepercayaan (pada Amerika), tegasnya.

Namun, ia juga membuka jalan bagi kemungkinan kesepakatan, dengan menyebutkan prasyarat utama. Menurut Qalibaf, perdamaian yang hakiki hanya bisa tercapai jika Amerika Serikat bersedia mengakui dan memenuhi hak-hak penuh bangsa Iran. Pemenuhan syarat ini, tuturnya, akan menunjukkan kesiapan Iran untuk menyetujui sebuah perjanjian.

Kesiapan Membalas Jika Diplomasi Gagal

Di balik meja perundingan, Qalibaf juga menyampaikan pesan yang lebih keras, sebuah peringatan tentang konsekuensi jika diplomasi dianggap hanya sebagai kedok. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan proses negosiasi dimanfaatkan untuk operasi penipuan atau persiapan militer terselubung.

Jika hal itu terjadi, pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah sepihak guna menjamin hak-hak bangsanya. Sebagai bukti kapabilitas, Qalibaf mengutip keberhasilan serangan balasan yang dilancarkan Iran dalam konflik-konflik sebelumnya, yang disebutnya sebagai demonstrasi nyata dari kekuatan dan kesiapan tempur angkatan bersenjatanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan Iran dalam perundingan kali ini dibangun di atas posisi yang kuat, menggabungkan diplomasi dengan kesiapan pertahanan yang nyata.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar