Perundingan Damai AS-Iran di Islamabad Gagal, Mentok pada Isu Nuklir

- Minggu, 12 April 2026 | 06:50 WIB
Perundingan Damai AS-Iran di Islamabad Gagal, Mentok pada Isu Nuklir

PARADAPOS.COM - Perundingan damai intensif antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Pertemuan maraton yang berlangsung selama 21 jam sejak Sabtu (11/4/2026) itu mentok pada isu fundamental terkait program nuklir Iran. Kegagalan ini memperpanjang ketegangan yang telah berlangsung lama antara kedua negara, dengan Washington menekankan bahwa larangan pengembangan senjata nuklir adalah garis merah yang tak bisa ditawar.

Kekecewaan AS dan Penekanan pada Komitmen Jangka Panjang

Dalam pernyataan persnya usai perundingan, Wakil Presiden AS JD Vance tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa delegasi AS telah datang dengan proposal terbaik mereka, namun Tehran dinilai belum menunjukkan komitmen yang dibutuhkan. Inti persoalannya, menurut Vance, adalah jaminan jangka panjang yang tak terbantahkan.

"Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang, bukan hanya 2 tahun dari sekarang, tapi untuk jangka panjang? Kita belum melihatnya. Kita berharap akan melihatnya," ungkapnya.

Vance menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan penjelasan yang sangat jelas mengenai batasan dan ruang kompromi selama proses negosiasi berlangsung. Namun, upaya itu tampaknya tidak berhasil.

"Hal-hal apa yang bersedia kami toleransi dan hal-hal apa yang tidak bisa kami toleransi, dan kami telah menjelaskannya sejelas mungkin. Namun mereka memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," tegasnya.

Posisi Iran dan Titik Tengkar yang Tak Terpecahkan

Di sisi lain, Iran secara konsisten membantah memiliki ambisi untuk membangun senjata nuklir. Negara tersebut berargumen bahwa mereka hanya ingin hak yang sama dengan negara-negara lain untuk mengembangkan energi nuklir sipil di bawah pengawasan ketat badan internasional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi bahwa meski ada kemajuan pada beberapa hal, perbedaan mendasar pada beberapa isu kunci akhirnya menggagalkan dialog.

"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," tutur Baghaei usai perundingan.

Meski tidak merinci secara spesifik, Baghaei menyebutkan bahwa cakupan pembicaraan cukup luas, mencakup isu keamanan di Selat Hormuz, program nuklir, masalah ganti rugi, pencabutan sanksi ekonomi, serta penyelesaian konflik regional. Kegagalan di Islamabad ini meninggalkan kedua pihak kembali pada posisi semula, dengan masa depan hubungan AS-Iran dan stabilitas kawasan masih diliputi ketidakpastian.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar