Militer Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-15E AS dengan Rudal Portabel China, Dua Pilot Selamat Dievakuasi Berhari-hari

- Minggu, 31 Mei 2026 | 23:50 WIB
Militer Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-15E AS dengan Rudal Portabel China, Dua Pilot Selamat Dievakuasi Berhari-hari
PARADAPOS.COM - Militer Iran dilaporkan berhasil menembak jatuh jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat saat konflik pecah pada April lalu. Peristiwa yang mengejutkan kalangan pertahanan ini melibatkan rudal buatan China yang ditembakkan dari alat peluncur portabel yang dipanggul di bahu. Dua awak pesawat selamat setelah melontarkan diri, namun proses penyelamatan berlangsung dramatis selama berhari-hari di wilayah Iran. Tiga sumber pejabat AS yang mengetahui langsung situasi tersebut mengungkapkan kepada NBC News, Senin (1/6/2026), bahwa pihak berwenang masih mendalami detail insiden ini. Peristiwa itu memicu operasi pencarian besar-besaran militer AS di kawasan Iran, sekaligus menjadi yang pertama kalinya dalam beberapa dekade sebuah jet tempur Amerika ditembak jatuh oleh musuh. Dua Pilot Selamat, Proses Evakuasi Berlangsung Berhari-hari Kedua awak pesawat berhasil menyelamatkan diri menggunakan kursi lontar sebelum F-15E tersebut jatuh. Pilot utama ditemukan dan dievakuasi dalam waktu tujuh jam. Namun, nasib berbeda dialami kopilot atau kru sistem senjata. Ia terpaksa bersembunyi di kaki Pegunungan Zagros yang terjal dan baru berhasil diselamatkan dua hari kemudian. Proses evakuasi yang memakan waktu lama itu menggambarkan medan yang sulit dan risiko tinggi yang dihadapi tim penyelamat. Sumber menyebutkan bahwa kopilot tersebut bertahan dengan peralatan darurat yang terbatas di tengah kondisi geografis yang ekstrem. Rudal Portabel China Jadi Sorotan Senjata yang digunakan dalam insiden ini adalah sistem pertahanan udara portabel, atau yang lazim disebut MANPADS. Rudal tersebut memiliki panjang sekitar satu meter lebih dengan bobot sekitar 20 kilogram. Keunggulan utama senjata jenis ini terletak pada biayanya yang relatif murah namun efektif untuk menargetkan pesawat yang terbang rendah. Presiden AS saat itu, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi bahwa jet tempur F-15E terkena rudal yang diluncurkan dari bahu. Pernyataan ini memperkuat laporan awal yang menyebutkan penggunaan rudal portabel buatan China dalam serangan tersebut. Respons Gedung Putih dan Bantahan China Ketika dimintai konfirmasi terkait laporan NBC News, Gedung Putih merujuk pada pernyataan Trump usai pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping bulan lalu. Dalam kesempatan itu, Trump mengungkapkan keyakinannya atas jaminan dari Xi. “Presiden Xi telah berjanji kepada saya bahwa dia tidak akan mengirim senjata apa pun ke Iran. Itu janji yang indah. Saya memercayainya. Saya menghargainya,” ujar Trump. Sementara itu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington DC dengan tegas membantah laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa China selalu bertindak bijaksana dan bertanggung jawab dalam mengekspor produk militer. “China menerapkan kontrol ketat sesuai dengan hukum dan peraturan tentang kontrol ekspor dan kewajiban internasional yang berlaku. China menentang fitnah tanpa dasar dan asosiasi yang bermaksud buruk,” jelasnya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar