PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah keras laporan media yang menyebut draf kesepakatan dengan Iran tidak cukup membahas isu nuklir. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu, 31 Mei 2026, Trump menegaskan bahwa rancangan perjanjian tersebut secara eksplisit melarang Teheran memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap laporan CNN yang mempertanyakan ketatnya batasan program nuklir Iran dalam proposal tersebut.
Bantahan Langsung dari Gedung Putih
Dalam pernyataannya, Trump menulis bahwa kesepakatan itu menyatakan dengan sangat jelas bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Ia menekankan bahwa sebagian besar isi proposal justru berfokus pada berbagai aspek terkait program nuklir Iran.
“Kesepakatan itu kemudian membahas secara sangat kuat dan rinci berbagai aspek lain terkait nuklir. Faktanya, sebagian besar isi perjanjian memang mengenai hal tersebut,” ujarnya.
Trump juga mengkritik sejumlah media yang menurutnya telah salah menggambarkan isi proposal kesepakatan tersebut. Meski tidak menyebut nama media secara langsung, pernyataannya dinilai merujuk pada laporan CNN yang mempertanyakan apakah rancangan perjanjian itu cukup ketat dalam membatasi program nuklir Iran.
Konteks Negosiasi yang Panjang
Sebelumnya, Trump berulang kali menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Teheran harus mencakup jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan maupun memperoleh senjata nuklir. Pernyataan terbaru ini mempertegas sikap keras Washington dalam negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Di tengah hiruk-pikuk politik internasional, pernyataan Trump ini menjadi sinyal bahwa pemerintahannya tidak akan mentolerir ambiguitas dalam masalah proliferasi nuklir. Suasana di Washington sendiri terasa tegang, mengingat isu ini telah menjadi titik sensitif dalam hubungan AS-Iran selama bertahun-tahun.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Pengunduran Diri Kepala BGN Nanik Deyang karena Kesehatan, Diminta Pimpin Dewan Pengawas
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Ketiga, Tuntut Ganti Rugi Rp210 Juta ke Polda Metro Jaya
Bitcoin Tembus Level Tertinggi Sebulan, Didorong Arus Masuk ETF Spot dan Ketegangan AS-Iran Masih Bayangi Pasar
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mundur karena Masalah Kesehatan