PARADAPOS.COM - Pemerintah Spanyol tengah bersiap mengevakuasi lebih dari 140 penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius yang diduga terpapar wabah hantavirus. Kapal berbendera Belanda itu saat ini sedang menuju Pulau Tenerife di Kepulauan Canary, wilayah Spanyol yang terletak di lepas pantai Afrika Barat. Proses evakuasi direncanakan berlangsung dengan pengamanan ketat untuk mencegah kontak dengan masyarakat umum, setelah wabah tersebut dilaporkan telah menewaskan tiga orang.
Evakuasi dengan Protokol Ketat
Otoritas kesehatan Spanyol menyatakan bahwa para penumpang akan dipindahkan ke area isolasi khusus setibanya di Tenerife. Dari sana, mereka akan diterbangkan ke negara masing-masing menggunakan pesawat yang telah disiapkan oleh Amerika Serikat dan Inggris. Kepala layanan darurat Spanyol, Virginia Barcones, menjelaskan bahwa seluruh penumpang akan dibawa ke lokasi yang benar-benar terisolasi dan dijaga ketat.
“Kami siap menghadapi situasi seperti ini,” ujar CEO Nebraska Medicine, Dr Michael Ash.
Sebanyak 17 warga AS akan dibawa ke fasilitas karantina di University of Nebraska Medical Center, sebuah pusat yang sebelumnya digunakan untuk menangani pasien Ebola dan kasus awal Covid-19. Sementara itu, operator kapal Oceanwide Expeditions menyebut saat ini tidak ada penumpang maupun awak yang menunjukkan gejala di atas kapal.
Risiko Penularan Dinilai Rendah
Meski memicu kekhawatiran internasional, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penularan kepada masyarakat umum masih rendah. Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, menegaskan bahwa kasus ini berbeda dengan pandemi Covid-19.
“Risikonya tetap sangat rendah. Ini bukan Covid baru,” kata Lindmeier.
Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi dan tidak mudah menular antar manusia. Namun, jenis virus Andes yang ditemukan dalam wabah di kapal tersebut diketahui dalam kasus langka dapat menular antar manusia. Gejala infeksi biasanya muncul dalam waktu satu hingga delapan minggu setelah paparan.
Pelacakan Kontak dan Kewaspadaan Global
Saat ini, otoritas kesehatan di berbagai negara tengah melakukan pelacakan kontak terhadap para penumpang yang sempat turun dari kapal sebelum wabah terdeteksi. Lebih dari dua lusin penumpang dari sedikitnya 12 negara diketahui meninggalkan kapal tanpa pemeriksaan pelacakan kontak pada 24 April lalu.
Kasus ini juga memicu kewaspadaan di sejumlah negara. Seorang pramugari maskapai KLM yang sempat satu penerbangan dengan penumpang terinfeksi dinyatakan negatif setelah menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit Amsterdam. Di Inggris, seorang warga negara yang berada di Pulau Tristan da Cunha diduga terinfeksi virus tersebut. Dua warga Inggris lainnya yang sebelumnya berada di kapal juga telah dipastikan positif dan kini dirawat di Belanda serta Afrika Selatan.
Sementara di Spanyol, seorang perempuan di Alicante sedang menjalani pemeriksaan setelah mengalami gejala yang mengarah pada hantavirus usai berada dalam penerbangan yang sama dengan salah satu korban meninggal.
Proses Pemindahan Bertahap
Pemerintah Spanyol menegaskan proses pemindahan penumpang dari kapal akan dilakukan secara bertahap menggunakan kapal kecil menuju bus khusus dengan pengawalan ketat. Area bandara yang dilalui para penumpang juga akan ditutup sementara guna mencegah interaksi dengan publik. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa risiko penularan dapat ditekan seminimal mungkin, meskipun WHO telah menyatakan bahwa ancaman terhadap masyarakat umum masih tergolong rendah.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Survei: 52,4 Persen Warga Spanyol Nilai AS dan Israel Kalah dalam Perang Lawan Iran
Arab Saudi Tolak Izinkan AS Gunakan Pangkalan dan Wilayah Udara demi Operasi Pengawalan di Selat Hormuz
Sejarawan Beijing Prediksi Tiga Titik Panas Asia Timur: Taiwan, Selat Malaka, dan Semenanjung Korea
Putra Pemimpin Hamas Tewas dalam Serangan Israel di Gaza