PARADAPOS.COM - Azzam Al Hayya, putra dari pemimpin Hamas Khalil Al Hayya, meninggal dunia pada Kamis (7/5/2026) akibat luka parah yang dideritanya dalam serangan militer Israel sehari sebelumnya di Kota Gaza. Peristiwa ini terjadi di tengah terus berlangsungnya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober 2025 di Jalur Gaza.
Serangan di Lingkungan Daraj
Berdasarkan laporan yang diterima dari kantor berita Turki, Anadolu, Azzam mengembuskan napas terakhir setelah menderita luka berat dalam serangan yang menyasar lingkungan Daraj, yang terletak di sebelah timur Kota Gaza, pada Rabu malam. Suasana mencekam menyelimuti kawasan tersebut pasca insiden itu.
Pernyataan dari Khalil Al Hayya
Sebelum putranya meninggal, Khalil Al Hayya telah menyampaikan bahwa Azzam terluka parah. Dalam pernyataannya, ia menuding Israel berupaya mencapai tujuannya di Gaza melalui berbagai cara, termasuk tekanan, pembunuhan, dan aksi terorisme. Tuduhan ini menambah ketegangan yang sudah memuncak di wilayah tersebut.
Prosesi Pemakaman yang Khidmat
Rekaman video yang beredar dari Kota Gaza memperlihatkan ribuan pelayat yang berduka. Mereka membawa jenazah Azzam dari Rumah Sakit Al Shifa menuju pemakaman. Prosesi ini berlangsung khidmat di tengah reruntuhan bangunan yang masih menyisakan bekas kehancuran akibat konflik berkepanjangan.
Putra Keempat yang Gugur
Beberapa sumber di Palestina mengungkapkan bahwa Azzam merupakan putra keempat Khalil Al Hayya yang tewas dalam serangan Israel. Fakta ini memperdalam duka yang dirasakan oleh keluarga dan para pendukungnya di tengah situasi yang semakin tidak menentu.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Israel Serang Beirut, Langgar Gencatan Senjata dengan Lebanon
Obama Akui Netanyahu Bertahun-Tahun Mendesak Serangan Militer ke Iran Hingga Trump Akhirnya Tunduk
Iran Mewajibkan Kapal Asing Miliki Izin Resmi untuk Melintasi Selat Hormuz
Iran Bantah Tuduhan UEA soal Serangan Rudal dan Drone, Beri Peringatan Keras