GKR Mangkubumi: Profil dan Jejak Pendidikan Calon Raja Perempuan Pertama Yogyakarta

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 01:20 WIB
GKR Mangkubumi: Profil dan Jejak Pendidikan Calon Raja Perempuan Pertama Yogyakarta

Profil dan Riwayat Pendidikan GKR Mangkubumi, Pewaris Tahta Perempuan Keraton Yogyakarta

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi merupakan putri sulung Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Ratu Hemas. Lahir pada 24 Februari 1972 dengan nama Gusti Raden Ajeng Nurmalitasari, beliau tercatat sebagai Putri Mahkota dan calon pewaris tahta perempuan pertama dalam sejarah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Latar Belakang dan Pendidikan Awal

GKR Mangkubumi menghabiskan masa kecil di lingkungan Keraton Yogyakarta. Pendidikan menengah atasnya dimulai di SMA Bopkri 1 Yogyakarta sebelum melanjutkan studi ke Singapura di ISS International School.

Pendidikan Tinggi di Luar Negeri

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, GKR Mangkubumi melanjutkan studi di beberapa kolese di California, Amerika Serikat. Gelar sarjana akhirnya berhasil diraih dalam bidang manajemen ritel dari Universitas Griffith di Queensland, Australia.

Gelar Doktor Kehormatan dari Northern Illinois University

Pada Juni 2023, GKR Mangkubumi mendapat kehormatan menerima gelar doktor kehormatan (honoris causa) bidang Humane Letters dari Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan atas komitmen luar biasa beliau dalam bidang filantropi, pelayanan publik, dan kesetaraan gender.

Prosesi penganugerahan gelar doktor kehormatan ini dilaksanakan di Yogyakarta, tepatnya di Pendopo Agung, Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM), setelah sebelumnya sempat ditunda karena kondisi tertentu.

Pengalaman Organisasi dan Komitmen Sosial

GKR Mangkubumi aktif dalam berbagai organisasi seperti Karang Taruna, KNPI, Gerakan Pramuka, dan Kadin DIY. Melalui keterlibatan ini, beliau mengembangkan perhatian terhadap isu-isu sosial seperti kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, lingkungan hidup, dan keadilan bagi masyarakat marginal.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar