Komisaris Transjakarta Ainul Yaqin Dikecam Publik Jepang, Desak Pemecatan!

- Selasa, 04 November 2025 | 00:00 WIB
Komisaris Transjakarta Ainul Yaqin Dikecam Publik Jepang, Desak Pemecatan!

Demo Komisaris Transjakarta Ainul Yaqin Dikecam Publik Jepang dan Dalam Negeri

Aksi demonstrasi Komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Muhammad Ainul Yaqin, terus menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari publik Jepang. Kecaman ini muncul menyusul orasi kontroversialnya yang mengancam akan menggorok leher.

Kecaman dari Publik Jepang

Publik Jepang menyuarakan kekhawatiran mereka melalui media sosial. Salah satu akun X, YUASA TADAO, menyebut Ainul sebagai "anggota kelompok ekstremis Islam Indonesia" dan menyerukan agar dia dilarang masuk ke Jepang. "Kita tidak boleh mengizinkan orang gila masuk ke Jepang," tulisnya.

Pendapat serupa diungkapkan oleh ShibaTalks yang menyerukan pengawasan ketat terhadap Muslim di Jepang. Akun tersebut menegaskan bahwa orang-orang dengan pandangan seperti Ainul seharusnya tidak diizinkan masuk ke Jepang dan setiap politisi yang mendukung hal ini perlu disingkirkan.

Desakan Pemecatan dari Dalam Negeri

Kecaman juga datang dari dalam negeri, dimana warganet mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk memecat Ainul Yaqin. Seorang pengguna X, @elisa_jkt, mengaku telah mengirimkan surat tuntutan pemberhentian Ainul dari posisinya sebagai Komisaris Transjakarta.

"Btw, 10 hari lalu saya kirim surat tuntutan pemberhentian Komisaris gorok leher. Smg lagi diPROSES ya," tulisnya.

Desakan serupa juga disampaikan oleh @marukonahu dan @isuzucarpenter yang menilai Ainul tidak pantas menduduki posisi tersebut karena akhlaknya yang dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai yang baik.

Latar Belakang Orasi Kontroversial

Dalam rekaman yang beredar, Ainul Yaqin terlihat menggunakan jaket Ansor dan berorasi di atas mobil komando. Dia menyatakan bahwa Ansor dan Banser akan menjadi garda terdepan jika ada kiai dan ulama yang dihina. Lebih lanjut, dia mengancam, "Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian, seperti Banser menggorok leher PKI. Halal darah kalian."

Pernyataan ini menimbulkan reaksi keras publik, terlebih mengingat posisi Ainul yang juga merupakan seorang hafizh (penghafal Alquran 30 juz). Selain sebagai Komisaris Transjakarta, Ainul juga menjabat sebagai Ketua GP Ansor DKI Jakarta dan tenaga ahli Menteri Agama RI.

Insiden ini telah menarik perhatian internasional dan memicu diskusi tentang toleransi serta tanggung jawab publik figur dalam menyampaikan pendapat.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler