Kritik Sri Wisnubroto dan Heboh "Masjid Jokowi" di Media Sosial
Nama Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, sorotan muncul setelah beredar luas gambar yang diklaim sebagai "Masjid Jokowi" di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Pengusaha dan pegiat media sosial, Sri Wisnubroto, angkat bicara menanggapi viralnya penamaan tersebut. Dalam unggahannya, Wisnubroto menyoroti reaksi netizen yang membandingkannya dengan mantan Presiden Soeharto.
“Barusan lihat utas yang post gambar Mesjid Jokowi di UEA. Lalu replynya?? Riya lah. Bandingkan sama Soeharto yang bangun 999 mesjid gak ada mesjid Soeharto,”
Klaim Pembangunan dengan Uang Pajak vs Fakta Sebenarnya
Beredar pula klaim bahwa masjid megah tersebut dibangun menggunakan uang pajak rakyat Indonesia. Namun, Sri Wisnubroto membantah dan meluruskan informasi yang salah ini.
Dia menegaskan bahwa fakta sebenarnya justru berkebalikan dengan klaim yang beredar.
“Ada lagi …pake duit pajak lah. Aduuh, orang-orang itu ngerti gak sih. Mesjid Jokowi di UEA dibangun sama Sheikh MBZ sebagai tanda hormat dan persahabatan diantara mereka. Bukan dibangun sama Jokowi….???? Ayo lah …main medsos pake smart phone, agak smart dikit bisa kali….????”
Fakta Utama: Tanda Hormat dan Persahabatan dari UEA
Inti dari pembangunan masjid yang dinamai "Jokowi" ini adalah sebagai bentuk penghormatan dan eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Diketahui, pembangunan replika Grand Mosque Muhammad Bin Zayed atau Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo merupakan hibah langsung dari Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Pemberian nama "Jokowi" pada masjid di Abu Dhabi adalah bentuk penghargaan serupa yang diberikan Pemerintah UEA untuk Presiden Joko Widodo, menandakan hubungan diplomatik yang sangat harmonis antara kedua negara.
Artikel Terkait
Dokumen Bocor Ungkap Alokasi Dana Soros Rp28 Triliun untuk Program Demokrasi di Indonesia
Pengamat Pertanyakan Implikasi Restorative Justice Rismon Sianipar terhadap Kasus Ijazah Palsu
BGN Bekukan Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Diduga Manipulasi Anggaran
MK Beri Tenggat Dua Tahun untuk Revisi UU Tunjangan Pensiun Pejabat Negara