Cacing Hidup Ditemukan di Menu MBG SMAN 6 Medan, Siswa Histeris
Sebuah video viral memperlihatkan kejadian mengerikan di SMAN 6 Medan, dimana seekor cacing tanah hidup ditemukan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Video yang beredar luas sejak Jumat siang ini menunjukkan cacing tersebut menggeliat di antara telur orak-arik, daun selada, kentang, dan potongan tomat.
Dalam rekaman tersebut, terdengar suara siswa-siswi yang histeris dan berteriak, "Hii itu dia cacingnya. Cacing weh cacing," yang semakin memperkuat suasana panik dan kekhawatiran akan keamanan pangan program pemerintah ini.
Konfirmasi Menu dan Tanggapan Siswa
Setelah kejadian viral, sejumlah siswa yang diwawancarai membenarkan bahwa menu dalam video tersebut memang merupakan menu MBG yang dibagikan hari itu. Meskipun demikian, asal kelas dari video tersebut masih belum diketahui pasti. Salah seorang siswa, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan, "Iya itu menu hari ini. Tapi nggak tahu video dari kelas berapa. Tidak ada keributan tadi."
Belum Ada Keterangan Resmi dari Sekolah
Hingga berita ini diturunkan pada Jumat sore, pihak SMAN 6 Medan belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden temuan cacing dalam makanan ini. Sementara itu, tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) telah diinformasikan dan sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
Sumber Makanan dari Dapur SPPG Kota Matsum
Diketahui, pasokan makanan untuk program MBG di SMAN 6 Medan berasal dari SPPG Kota Matsum. Dapur layanan gizi ini baru beroperasi sekitar dua minggu dan bertanggung jawab memproduksi sekitar seribu porsi makanan setiap harinya untuk disalurkan ke beberapa sekolah di wilayah Medan.
Keluhan Serupa Bukan Hal Baru
Seorang guru wali kelas di SMAN 6 Medan, yang tidak ingin namanya dipublikasikan, mengungkapkan bahwa keluhan tentang temuan benda asing dalam makanan MBG sebenarnya bukanlah hal yang baru. "Ya, beberapa anak memang mengeluh. Ada yang bilang nemu ulat. Saya tidak tahu apakah itu sama dengan yang di video atau tidak," ujarnya.
Guru tersebut menambahkan bahwa keluhan seperti ini sering ia dengar. "Sering anak-anak mengeluh menemukan hal yang mestinya nggak ada di makanan. Seperti kaki kecoa di pinggir nampan, ulat, dan sebagainya. Kita berusaha menenangkan. Ya, itu satu dari seribu yang ditemukan," katanya.
Respons Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut
Kepala BGN Sumut, Agung Kurniam, memastikan adanya temuan cacing di dalam satu porsi menu MBG tersebut. Namun, ia menyanggah bahwa cacing itu berasal dari sayuran. "Betul ada cacing. Tapi itu bukan cacing dari sayuran, melainkan cacing tanah yang berada di menu telur. Secara logika itu tidak mungkin ada," tegas Agung.
Agung menekankan bahwa hanya satu porsi makanan yang terkontaminasi, sementara porsi lainnya dinyatakan aman. Ia juga menyatakan bahwa timnya sedang melakukan investigasi mendalam. "Kita tidak mau menduga-duga. Tapi secara logika ada nggak telur yang bercacing. Itu yang sedang kita cek. Tim kami sedang menuju sekolah," jelasnya.
Meski terjadi insiden ini, Agung menyebut bahwa catatan kualitas MBG dari SPPG Kota Matsum selama ini cukup baik. Kronologi lengkap dan hasil investigasi akan diumumkan kepada publik setelah proses pengecekan di lapangan selesai.
Insiden cacing dalam MBG SMAN 6 Medan ini kembali memantik pertanyaan serius mengenai sistem pengawasan dan jaminan kebersihan serta keamanan pangan dalam program nasional yang vital bagi kesehatan pelajar ini. Masyarakat menunggu transparansi dan tindak lanjut dari pihak berwenang.
Artikel Terkait
Transformasi Digital Indonesia: Kecepatan, Keamanan, dan Personalisasi Jadi Penentu Utama
Ketegangan di DPR: BPJS Kesehatan dan Anggota Komisi IX Bentrok Soal Penonaktifan Peserta PBI
Pemkot Denpasar Tanggung Biaya BPJS untuk 24 Ribu Warga Terdampak Kebijakan Pusat
Pemerintah Beri Masa Transisi 3 Bulan untuk 11 Juta Penerima BPJS yang Dinonaktifkan