Polisi Selidiki Dugaan Aksi Mesum Penumpang di Mobil Taksi Online Cipulir

- Kamis, 12 Februari 2026 | 16:25 WIB
Polisi Selidiki Dugaan Aksi Mesum Penumpang di Mobil Taksi Online Cipulir

PARADAPOS.COM - Seorang pengemudi taksi online mengungkapkan kekesalannya di media sosial setelah mendapati penumpangnya diduga berbuat mesum di dalam kendaraannya. Insiden yang viral sejak Selasa (10/2/2026) itu diduga terjadi di wilayah Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi kini telah menyatakan akan menyelidiki kasus tersebut untuk mengidentifikasi para pelaku.

Curhatan Sopir yang Viral

Kekesalan sang pengemudi terekam jelas dalam unggahan akun Instagram @azmirahmatzz. Dalam tulisannya, ia menyoroti ketidaknyamanan dan rasa tidak hormat yang diterimanya, sambil secara sarkastik mempertanyakan standar keadilan yang berlaku. Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian publik, memicu diskusi luas mengenai etika penumpang dan tanggung jawab penyedia jasa transportasi online.

"Ada gen Z mesen Gocar masuknya ke aplikasi driver gua. Kalau driver perkosa penumpang pasti langsung rame berita. Tapi kalau penumpang mesum di mobil kita gimana ini jek/paman?" tulisnya dalam keterangan unggahan.

Respons Awal Kepolisian

Merespons viralnya kejadian ini, Polsek Kebayoran Lama segera mengambil langkah. Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Kukuh Islami, menegaskan bahwa penyelidikan akan dimulai dengan melacak identitas pengemudi sebagai saksi kunci. Menurutnya, keterangan dari sopir sangat vital untuk mengungkap identitas sepasang muda-mudi yang terlibat.

"Kan kami belum tahu siapa orangnya, kami nanti lakukan penyelidikan terlebih dahulu, terutama kami nanti akan cari tahu siapa yang sopir di dalam mobil ini," jelas Kukuh saat dikonfirmasi pada Kamis (12/2/2026).

Kendala dan Langkah Lanjutan

Kukuh mengakui adanya tantangan dalam penyelidikan awal. Rekaman visual yang beredar dikabarkan memiliki pencahayaan yang minim, sehingga menyulitkan identifikasi wajah pelaku secara langsung. Kendala teknis ini membuat peran serta pengemudi menjadi semakin krusial.

"Dia yang mengetahui informasi siapa yang penumpang, yang berbuat mesum yang dia tegur itu. Jadi sementara kami akan mencari tahu dulu siapa sopir yang nyetir mobil ini dulu, baru nanti kami akan mencari tahu siapa yang melakukan perbuatan mesum tersebut," lanjutnya.

Untuk mempercepat proses, Kapolsek telah menginstruksikan tim penyidiknya untuk mendalami kasus ini. "Karena gelap, kami tidak tahu siapa orangnya. Saya minta Kanit Reskrim untuk mencari tahu siapa sopir mobil tersebut untuk mencari tahu identitas anak muda-mudi ini," tegas Kukuh.

Kasus ini menyisakan pertanyaan tentang batasan privasi dan keamanan di ruang publik tertutup seperti kendaraan umum. Proses hukum yang dijalankan polisi akan menjadi perhatian untuk melihat bagaimana penegakan hukum menangani keluhan dari pihak penyedia jasa dalam ekosistem transportasi modern.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar