Investor Kripto Indonesia Tembus 20 Juta di Awal 2026

- Jumat, 13 Februari 2026 | 01:50 WIB
Investor Kripto Indonesia Tembus 20 Juta di Awal 2026

PARADAPOS.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia telah melampaui 20 juta orang pada awal tahun 2026. Data per Januari 2026 menunjukkan, sebanyak 20,19 juta masyarakat telah berpartisipasi dalam pasar digital ini, menandakan adopsi yang semakin massif. Secara akumulatif, nilai transaksi kripto nasional sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun, dengan tren positif yang berlanjut ke transaksi Rp29,24 triliun pada bulan pertama 2026.

Pertumbuhan Volume dan Kepercayaan Investor

Di tengah geliat pasar yang pesat, salah satu platform perdagangan aset kripto, Indodax, melaporkan capaian volume transaksi sebesar Rp201 triliun selama 2025. Angka tersebut menunjukkan aktivitas yang cukup padat di platform tersebut. Pada Januari 2026, volume transaksi di Indodax tercatat Rp11,3 triliun dengan basis pengguna hampir 10 juta orang.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, memandang pertumbuhan ini sebagai cerminan kepercayaan publik yang kian menguat. Menurutnya, pencapaian 20 juta lebih investor merupakan sinyal kuat bahwa aset kripto kini diterima sebagai instrumen investasi yang populer.

"Sejalan dengan itu, volume transaksi yang menembus Rp201 triliun sepanjang 2025, membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap Indodax. Likuiditas yang memadai menjadi faktor investor merasa aman bertransaksi," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Februari 2026.

Antony juga menekankan peran regulator dalam menciptakan ekosistem yang sehat. "Regulasi dari OJK memberikan kami fondasi kuat untuk menyediakan lingkungan investasi yang aman dan tepercaya. Kepatuhan pada aturan adalah prioritas kami untuk memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga," tegasnya.

Komitmen Transparansi Melalui Proof of Reserve

Sebagai upaya konkret membangun kepercayaan, Indodax menerapkan mekanisme Proof of Reserve (PoR) berbasis on-chain. Sistem ini memungkinkan verifikasi independen dan transparan terhadap cadangan aset yang dikelola platform, yang informasinya dapat diakses publik melalui platform pelacak aset digital ternama.

Data terbaru per 12 Februari 2026 menunjukkan, total nilai aset dalam cadangan tersebut mencapai sekitar Rp9,3 triliun. Langkah transparansi ini dianggap penting dalam industri yang mengedepankan desentralisasi, karena memberikan visibilitas langsung kepada pengguna mengenai pengelolaan dana mereka.

Literasi sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Menyadari bahwa pertumbuhan jumlah investor harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai, Indodax secara konsisten menggelar program edukasi melalui Indodax Academy. Inisiatif ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang mekanisme investasi digital, pemahaman risiko, dan strategi menghadapi volatilitas pasar yang dinamis.

Dengan kombinasi antara kepatuhan regulasi, transparansi operasional, dan komitmen edukasi, pihak internal industri memandang masa depan pasar kripto nasional dengan optimisme. Antony Kusuma berharap kontribusi positif sektor ini bagi ekonomi digital Indonesia akan terus meningkat.

"Dengan fundamental yang kokoh dan dukungan regulasi yang makin matang, Indodax optimis industri kripto Indonesia akan terus tumbuh dan memberi kontribusi positif bagi ekonomi digital nasional ke depan," harap Antony.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar