Jumlah TKA China Sebagai Tukang Sapu Mencapai Ratusan Orang
Lebih lanjut, Mr X mengungkapkan bahwa jumlah TKA China yang dipekerjakan untuk posisi tukang sapu tidak sedikit. "TKA yang bekerja sebagai tukang sapu bisa mencapai ratusan orang," tegasnya.
Ia menggambarkan, aktivitas penyapuan jalanan di area IMIP masih dilakukan secara manual oleh banyak pekerja dengan menggunakan caping dan sapu besar. Menurut penuturannya, kebijakan mempekerjakan banyak tenaga ini berkaitan dengan komitmen pengusaha China dengan pemerintahnya.
"Mereka punya komitmen dengan pemerintah China untuk membawa SDM. Mereka itu cover SDM yang produktif tapi tidak bekerja, tidak terserap di negaranya. Jadi semua pengusaha China di seluruh dunia diwajibkan mempekerjakan warga negaranya sampai level paling bawah," jelas Mr X mengutip pernyataan salah satu direktur operasional di IMIP.
Fakta ini memicu pertanyaan mengenai perbedaan perlakuan dan skema pengupahan antara tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal di kawasan industri strategis Indonesia.
Artikel Terkait
Timothy Ronald Dilaporkan Lagi ke Polisi: Agnes Stefani Rugi Rp1 Miliar dari Dugaan Penipuan Crypto
Kiai Desak PBNU Pecat Kader Tersangka Korupsi, Sebut Membiarkan Itu Haram
Rian DMasiv Dituding Child Grooming: Pengakuan Korban & Fakta Viral
SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Usulkan Sidang Darurat PBB